• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Garap Bisnis Perikanan, Taiwan Bangun Kapal Nelayan Modern di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
December 21, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Garap Bisnis Perikanan, Taiwan Bangun Kapal Nelayan Modern di Indonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Taiwan melalui salah satu perusahaan perkapalannya, Chien Fu Shipbuilding Co, siap membangun kapal nelayan modern berteknologi baru berbahan fiber reinforced plastics (FRP) di Indonesia dengan menggandeng dua perusahaan nasional.

Direktur Departemen Administrasi dan Perencanaan Ship and Ocean Industries R&D Center (SOIC) Taiwan Ming-Hsien Tsan menjelaskan, kedua mitra lokal itu yakni PT. Indomina Cipta Agung dari Semarang dan PT. Kelola Mina Laut (KML Food).

“Chien Fu memilih kota Surabaya Jawa Timur sebagai lokasi usaha di Indonesia dan akan mulai kegiatan tahun 2020,” terang Ming dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

SOIC adalah lembaga pengembangan industri kelautan asal Taiwan yang mempertemukan Chien Fu dengan kedua mitra lokal tersebut.

Menurut Ming, alasan pihaknya akan membangun kapal dengan teknologi FRP karena selain ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan material kayu untuk kapal nelayan dalam jumlah yang signifikan, juga memiliki harga yang sama dengan bahan kayu, namun ketahanannya lebih tinggi.

“FRP ini jauh lebih ekonomis bagi para nelayan Indonesia,” ujar Ming.

Dikatakan, PT. Kelola Mina Laut akan mengirimkan beberapa pegawainya ke Taiwan untuk langsung mempelajari teknologi dan cara pembangunan kapal nelayan berbobot 30-50 ton tersebut. Pelatihan ini diperkirakan akan memakan waktu setahun.

Setelah itu, Chien Fu juga akan mengirimkan beberapa tenaga ahlinya untuk mengawasi proses pembangunan kapal dan mengantisipasi permasalahan teknis yang mungkin muncul selama proses.

Hal itu dilakukan untuk menjamin kelancaran proses transfer teknologi berjalan dengan baik.

Ming juga mengakui bahwa saat ini Indonesia membutuhkan transfer teknologi karena industri perikanan Indonesia adalah terbesar di Asia Tenggara, sehingga peluang pengembangan industri kapal nelayan masih sangat tinggi.

Selain potensi usaha perikanan yang besar kata Ming, ekspansi usaha ini juga sejalan dengan New Southbond Policy Taiwan, yang diharapkan akan memperkuat kerja sama bilateral negara tersebut dengan sejumlah negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan, khususnya Indonesia.

Chien Fu Shipbuilding Co, Ltd. didirikan pada 1942 dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Taiwan yang bergerak dalam usaha konstruksi kapal penangkap ikan.

Pada beberapa tahun terakhir, Chien Fu telah berhasil mengembangkan berbagai jenis kapal penangkap ikan, misalnya FRP suhu rendah, kapal pukat dan pengangkut tongkang.

Saat ini, perusahaan memiliki kemampuan untuk membangun 13 jenis perahu sampai dengan ukuran 50 meter (150 feet) dalam satu waktu produksi dan memperbaiki dan memelihara berbagai jenis dan ukuran kapal.

Chien Fu juga memiliki dua anak perusahaan, Chien Yuan Shipbuilding Co, Ltd dan Chien Ming Shipbuilding Co Ltd untuk pembangunan kapal penangkap ikan berbobot 400 ton – 600 ton. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Chien Fu ShipbuildingIndustri PerikananKerjasama Indonesia-TaiwanPerikanan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.