• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Protes China Meluas, Aksi Solidaritas untuk Uighur Menggema di Turki

by Redaksi Asiatoday
December 23, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Protes China Meluas, Aksi Solidaritas untuk Uighur Menggema di Turki

ASIATODAY.ID, ISTANBUL – Ribuan massa di Istanbul, Turki turun kejalan menyuarakan protes dan kecaman terhadap Pemerintah China. Aksi ini sebagai wujud solidaritas atas penindasan umat muslim Uighur, di Xinjiang, China.

Para demonstran bergerak bersama sambil mengusung beragam spanduk bertuliskan pesan “Hentikan Kekejaman.” Mereka juga meneriakan kata-kata “China pembunuh, keluar dari Turkestan Timur” dan Turkestan Timur tidak sendiri.” Turkestan adalah nama yang digunakan warga Uighur untuk Xinjiang.

PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia memperkirakan bahwa antara 1 hingga 2 juta orang, sebagian besar etnik muslim Uighur, telah ditahan dalam kondisi yang keras di Xinjiang sebagai bagian dari apa yang disebut Beijing sebagai kampanye anti-terorisme.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

China telah berulang kali membantah ada penganiayaan terhadap warga Uighur.

“Perilaku terhormat Mesut Ozil mengilhami kami. Semua orang harus bersuara melawan tiran ini seperti yang dilakukan Mesut,” kata Adem Adil, seorang pemrotes berbaris bersama kerumunan seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (21/12/2019).

Sebelumnya bintang sepak bola Jerman keturunan Turki, Mesut Ozil, memposting pesan di media sosial dengan menyebut minoritas Uighur sebagai pejuang yang menentang penganiayaan. Ia mengkritik tindakan keras China dan diamnya umat Islam sebagai tanggapan.

Turki sendiri di masa lalu menyatakan keprihatinan tentang situasi di Xinjiang, termasuk pada Februari lalu di Dewan Hak Asasi Manusia PBB, tetapi belum mengomentari aksi Ozil.

Pada KTT Kuala Lumpur, sebuah pertanyaan dari para hadirin tentang perlakuan terhadap orang-orang Uighur diabaikan setelah diajukan ke mimbar yang mencakup Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Save UighurSolidaritas UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.