• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Survei : Schneider Electric Masuk 50 Besar Perusahaan Paling Inklusif di Dunia

by Redaksi Asiatoday
December 24, 2019
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Survei : Schneider Electric Masuk 50 Besar Perusahaan Paling Inklusif di Dunia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Universum Diversity & Inclusion Index (D&I Index) baru saja merilis D&I Index global, dimana Schneider Electric masuk dalam peringkat 50 besar perusahaan paling inklusif menurut para mahasiswa.

Universum D&I Index merupakan survei yang dilakukan kepada lebih dari 247.000 mahasiswa jurusan Bisnis dan STEM (Sains / Teknologi / Engineering/ Matematika) dari seluruh dunia.

Untuk masuk dalam kategori perusahaan yang disurvei, perusahaan harus menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di 6 dari 12 ekonomi global terbesar di dunia.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Indeks dihitung dengan mengukur komitmen perusahan terkait hal-hal diantaranya, dukungan untuk kesetaraan gender, komitmen terhadap keragaman dan inklusi (cara memandang perbedaan), dan penghargaan terhadap karyawannya.

“Semakin banyak, mahasiswa mencari lingkungan kerja yang inklusif dan beragam serta memberdayakan karyawan mereka untuk membangun masa depan. Di Schneider Electric, kami berusaha keras setiap hari untuk mewujudkan hal ini dan kami merasa terhormat dengan pengakuan yang kami peroleh dari Universum,” ujar Tina Mylon, SVP Talent and Diversity, Schneider Electric, dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/12/2019).

Xavier Denoly, Cluster President Schneider Electric Indonesia & East Timor mengatakan, dalam hal kesetaraan gender, Schneider Electric terus mendorong peran yang lebih luas untuk perempuan dalam menekuni karir di sektor energi terutama memasuki revolusi industri keempat ini.

Di Indonesia sendiri, Schneider Electric terus meningkatkan proporsi karyawan perempuan yang saat ini mencapai 47 persen dari total 4.500 karyawan, lebih dari 200 di antaranya bekerja sebagai insinyur perempuan, dan 30 diantaranya level manajerial.

“Kami juga memiliki program tahunan untuk pengembangan talenta muda seperti Go Green in The City Competition dan kolaborasi dengan komunitas perempuan lain yang berbagi nilai yang sama untuk menginsipirasi lebih banyak perempuan Indonesia berkarir di sektor ini,” jelasnya.

Di tahun 2019 ini, Schneider Electric telah menerima beberapa pengakuan bergengsi lainnya. Bulan lalu (November), Schneider Electric menduduki peringkat 50 besar dalam laporan Financial Times Diversity Leaders 2020, yang menilai keberhasilan perusahaan dalam mempromosikan semua jenis keragaman, termasuk kesetaraan gender, disabilitas serta etnis dan sosial yang mencerminkan masyarakat yang lebih luas.

Schenider Electric juga menempati peringkat pertama di sektor industri dalam Equileap’s Gender Equality Report, yang mempercepat kemajuan menuju kesetaraan gender di tempat kerja. Tidak hanya itu, Schneider Electric untuk dua tahun berturut-turut masuk dalam Bloomberg’s 2019 Gender-Equality Index- indikasi penilaian kinerja menurut kesetaraan gender untuk semua sektor di seluruh dunia. Awal tahun ini, Schneider Electric juga dianugerahi 2019 Catalyst Award untuk inisiatifnya dalam membantu pekerja wanita meningkatkan kariernya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Green BusinessGreen EnergySchneider ElectricUniversum Diversity & Inclusion Index
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.