• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Investigasi Virus Pneumonia Misterius yang Mewabah di China

by Redaksi Asiatoday
January 3, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Investigasi Virus Pneumonia Misterius yang Mewabah di China

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pihaknya sedang melakukan kontak dengan pihak berwenang di China atas menyebarnya wabah virus pneumonia yang tidak teridentifikasi di pusat kota Wuhan. Ada kekhawatiran virus ini kemungkinan ditularkan dari hewan.

Penasihat senior WHO di China Paige Snider mengatakan virus di Wuhan belum dapat diidentifikasi.

“Investigasi masih dilakukan dan pihak berwenang belum dapat mengonfirmasi apa penyebab patogen penyakit ini,” kata Snider, melansir South China Morning Post, Jumat (03/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Ada banyak kemungkinan penyebab virus pneumonia, banyak di antaranya lebih umum daripada sindrom coronavirus pernapasan akut yang parah. WHO memantau dengan cermat peristiwa ini dan akan membagikan lebih banyak rincian setelah kami mendapatkannya,” katanya.

Otoritas kesehatan Wuhan menyatakan pada Selasa (31/12/2019), sebanyak 27 orang, yang kebanyakan adalah pemilik kios di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan, dirawat di rumah sakit dengan tujuh orang dalam kondisi serius.

Otoritas Wuhan telah memerintahkan penutupan pasar itu pada Rabu (1/1/2020). Media lokal melaporkan bahwa pasar tersebut juga menjual hewan-hewan lain, termasuk burung dan ular. Hal ini meningkatkan kekhawatiran setelah wabah sindrom pernapasan akut (SARS) melanda China pada 2002-2003 yang menewaskan ratusan orang, diduga wabah itu ditularkan dari hewan ke manusia.

Dilansir dari Reuters, Komisi Kesehatan Kota Wuhan menyatakan investigasi dan pembersihan sedang dilakukan di pasar makanan laut itu. Sementara itu, semua pasien saat ini telah diisolasi dan kontak dekat mereka berada di bawah pengawasan medis.

Tes laboratorium awal menunjukkan bahwa kasus tersebut adalah virus pneumonia. Tidak ada penularan dari manusia ke manusia yang jelas telah ditemukan dan tidak ada staf medis yang terinfeksi, kata Komisi Kesehatan Kota Wuhan.

Pada 2003, para pejabat China menutup-nutupi wabah SARS selama berminggu-minggu sebelum akhirnya jumlah korban jiwa terus bertambah dan desas-desus memaksa pemerintah untuk mengungkapkan epidemi tersebut.

SARS yang muncul di China selatan pada akhir 2002, menyebar dengan cepat dari China selatan ke kota-kota dan negara-negara lain pada 2003. Lebih dari 8.000 orang terinfeksi dan 775 meninggal. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: ChinaVirus PneumoniaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.