• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Malaysia Ajukan Klaim di Laut China Selatan ke PBB

by Redaksi Asiatoday
January 5, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Malaysia Ajukan Klaim di Laut China Selatan ke PBB

Pengamanan wilayah teritorial Malaysia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ditengah ketegangan antara Indonesia dan China terkait Laut Natuna, Pemerintah Malaysia turut angkat bicara.

Malaysia menegaskan akan tetap mempertahankan klaim mempunyai kedaulatan di Laut China Selatan (LCS). Hal ini disampaikan oleh Pemerintah Malaysia setelah Indonesia mengirim nota protes karena kapal nelayan dan penjaga pantai China menerobos perairan laut Natuna.

Melansir CNA, Minggu (05/01/2020), pemerintah China keberatan dengan langkah Malaysia yang mendaftarkan sengketa wilayah di Laut China Selatan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Desember 2019. Namun, Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, menyatakan keberatan China wajar.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kami sudah memperkirakan China akan keberatan. Ini normal, tetapi ini adalah klaim kami dan kami akan mempertahankannya,” tegas Abdullah.

Menurut Saifuddin, Malaysia mengajukan klaim tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB pada 12 Desember 2019. China lantas mendesak Komisi PBB untuk Batas Landas Kontinen menolak klaim Malaysia.

China sampai saat ini mengklaim sekitar 80 persen Laut China Selatan, dengan argumen Sembilan Garis Imajiner. Mereka bahkan membangun pulau reklamasi yang digunakan sebagai pangkalan militer dan lokasi wisata di LCS.

LCS disebut sebagai jalur pelayaran niaga tersibuk ketiga di dunia dengan nilai mencapai triliunan dolar. LCS juga disebut menyimpan cadangan miliaran kubik gas dan minyak bumi.

Akan tetapi, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Malaysia saat ini disokong dari dana pinjaman China. Saifuddin menyatakan mereka tidak khawatir jika China membalas di kemudian hari.

“Jika kami takut dengan hal itu, maka tidak mungkin kami mengajukan klaim,” kata Saifuddin.

Saat ini negara yang bersengketa di Laut China Selatan adalah Republik Rakyat China, Republik China (Taiwan), Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Indonesia. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Indonesia vs ChinaLaut China SelatanMalaysiaNatunaZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.