• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal China Tinggalkan Natuna, TNI Patroli 24 Jam

by Redaksi Asiatoday
January 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengapa Laut Natuna Diincar Asing?

Patroli TNI Angkatan Laut di Laut Natuna Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setelah dilakukan tindakan persuasif oleh TNI, kapal China akhirnya meninggalkan wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Kepergian kapal asing itu dipastikan dari hasil patroli udara.

“Dari komandan KRI yang telah menghalau kapal China yang ada di wilayah Indonesia. Posisi hari ini sudah di luar ZEE, di luar Natuna,” terang Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono melansir Antara, Senin (13/01/2020).

Pemantauan layar Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) menunjukkan kapal-kapal China telah keluar dari ZEE Indonesia. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti awak pesawat Boeing 737 dengan melakukan pengecekan langsung.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Hasilnya, kapal asing itu sudah berada di luar 200 mil batas terluar ZEE,” kata Yudo.

Yudo mengatakan kondisi di Natuna hanya bisa dikonfirmasi melalui deteksi pesawat Boeing 737 dan KRI yang langsung mengusir kapal China. Deteksi dilakukan dari udara melalui Boeing yang bekerja sama dengan KRI.

KRI dan pesawat akan terus menjaga perairan ZEE Indonesia. Penjagaan akan dilakukan selama 24 jam setiap harinya.

“Tujuh KRI akan operasi rutin setiap hari, harus ada unsur yang jaga supaya tidak kembali masuk,” ucap Yudo.

Patroli penjagaan perairan ZEE Indonesia akan dilakukan secara bergiliran. Jika 3 KRI masuk untuk mengisi bahan bakar dan pembekalan, maka 4 KRI akan keluar.

Hasil pemantauan Puskodal juga akan ditindaklanjuti menggunakan pesawat dan KRI. “Tidak ada batas waktu. Operasi sepanjang tahun menjaga perairan kita di Natuna,” tegas Yudo. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Indonesia vs ChinaNatunaTNIZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.