• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Terobosan Energi, PLN Rombak Pembangkit Listrik Berbasis Solar melalui Gasifikasi

by Redaksi Asiatoday
January 29, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp18,2 Triliun, Indonesia Gandeng China Bangun PLTG di Bali

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PLN membawa semangat baru dalam perubahan tata kelola pembangkit listrik di Indonesia.

Meski latar belakangnya sebagai bankir sempat mendapat sorotan tajam dari sejumlah anggota Komisi VII DPR, namun Zulkifli menegaskan, ia hadir memimpin PLN dengan membawa pikiran dan semangat baru.

Zulkifli membeberkan, sebagai terobosan awal, dalam dua tahun kedepan PLN akan memaksimalkan program gasifikasi pembangkit listrik.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Langkah ini diyakini akan mengurangi konsumsi solar sebesar 1,6 juta kiloliter (KL) per tahun. Dengan begitu, maka secara matematik perusahaan bisa menekan biaya operasional hingga Rp4 triliun.

Menurut Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, kalkulasi tersebut dirumuskan dengan bersandar pada hasil identifikasi sejumlah pembangkit listrik yang bahan bakar solarnya bisa dikonversi ke gas. Setidaknya ada lima wilayah yang masuk dalam program gasifikasi pembangkitan tersebut, diantaranya Sumatera, Kalimantan, Bali Nusra, Sulawesi, dan Papua.

“Dengan program ini, akan ada penurunan konsumsi BBM dari 2,6 juta kl ke 1,6 juta kl sehingga akan mengurangi biaya operasi, sekitar Rp4 triliun,” jelas Zulkifli di forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (28/01/2020).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019 hingga 2028, proyeksi kebutuhan LNG cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Tahun ini, proyeksi kebutuhan LNG sebesar 221 triliun british thermal unit (TBTU).

Kebutuhan LNG diproyeksi akan menurun menjadi 215 TBTU pada 2021. Namun, setelahnya proyeksi kebutuhan terus meningkat yakni 2022 229 TBTU, 2023 264 TBTU, 2024 275 TBTU, 2025 316 TBTU, 2026 354 TBTU, 2027 389 TBTU, dan 2028 417 TBTU.

Kebutuhan solar diproyeksi terus menurun, dari 1,8 juta KL pada 2020 menjadi 1 juta KL di 2021, 403 ribu KL di 2022, 408 ribu KL pada 2023, dan terendah pada 2024 sebesar 330 ribu KL.

Namun, setelahnya proyeksi kebutuhan solar justru meningkat menjadi 369 ribu  KL pada 2025. Proyeksi kebutuhan tertinggi terjadi pada 2028 sebesar 446 ribu KL.

Adapun program gasifikasi pembangkitan diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 13/2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, Serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG Dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Beleid tersebut mengatur konversi 52 pembangkit listrik ke gas dengan kapasitas total 1.697 MW. Nantinya, PLN mendapatkan kepastian pasokan LNG sebesar 166,98 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).

Dalam beleid ini, disebutkan enam poin penting untuk mengawal pembangunan infrastruktur dan gasifikasi pembangkit PLN. Mulai dari penugasan kepada Pertamina untuk memasok dan membangun infrastruktur LNG guna pengoperasian 52 pembangkit PLN tersebut.

Selain itu, Pertamina diminta menyelesaikan pembangunan infrastruktur sementara PLN menyelesaikan kegiatan gasifikasi pembangkit dalam jangka waktu paling lambat 2 tahun sejak Kepmen ditetapkan.

Kendati demikian, jika nantinya ada perubahan jadwal, Pertamina dan PLN perlu membuat kesepakatan terkait target penyelesaian pembangkit listrik, volume kebutuhan LNG, yang dilaporkan ke Kementerian ESDM. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Gasifikasi PembangkitKemenBUMNKomisi VII DPRPembangkit ListrikPLNPLTG
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.