• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mitigasi Bencana, Uni Eropa Tawarkan Akses Satelit ke Negara ASEAN

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lawan Diskriminasi Sawit UE, Indonesia Bargaining dengan Larangan Ekspor Nikel

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Uni Eropa (EU) menawarkan berbagi akses satelitnya ke Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN). Penawaran ini diberikan agar negara anggota kawasan tersebut dapat lebih baik memetakan wilayah terdampak bencana secara langsung atau real time.

Tawaran itu disampaikan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Igor Driesmans di Jakarta, Senin, usai peluncuran kerja sama EU Support AHA Centre Programme (EU-SAHA). Lewat kerja sama itu, AHA Centre (Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan untuk Manajemen Bencana ASEAN) dapat mengakses secara bebas dan gratis citra satelit milik EU.

“Hasil citra satelit kami memberikan informasi akurat mengenai gambaran bencana yang terjadi di daerah tertentu. Negara-negara anggota ASEAN dapat menggunakannya tanpa dipungut biaya,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Igor Driesmans saat ditemui usai acara peluncuran, belum lama ini, melansir Antara, Kamis (30/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut dia, satelit milik EU itu dapat membantu pemangku kepentingan memantau, mengidentifikasi, dan memetakan bencana berikut dampaknya. Hasil citra satelit diklaim menampilkan gambaran yang terjadi secara langsung (real time).

“Misalnya, ada banjir, gempa bumi secara akurat. Informasi itu penting jika kita ingin mengirim tim dan bantuan, kita tahu yang harus dilakukan dari data tersebut,” terang Driesmans.

Uni Eropa memiliki program yang bertujuan menyediakan data spasial Bumi (Earth Observation) melalui hasil citra satelit. Program yang dinamakan Copernicus itu dijalankan oleh Komisi EU didukung oleh Badan Antariksa EU (ESA) dan Lembaga Lingkungan Hidup EU (EEA).

Ada sejumlah satelit (dinamakan Sentinel) yang dioperasikan dalam program tersebut, satu di antaranya Sentinel-2 yang fokusnya memetakan wilayah terdampak bencana alam maupun konflik secara akurat. Di samping berbagi akses citra satelit, EU juga dapat berbagi pengalaman (best practices) dan pengetahuan mengenai manajemen bencana dan tanggap darurat, terang Driesmans.

“Lewat kerja sama EU-SAHA, kami dapat berbagi pengalaman menjalani prosedur standar operasional (sop) dalam mitigasi dan menangani bencana,” tambah Driesmans.

Sementara itu, Direktur Eksekutif AHA Centre, Adelina Kamal, mengatakan, lewat kerja sama EU-SAHA, ASEAN berharap dapat mempelajari modul dan teknologi penanganan bencana milik Uni Eropa.

Menurut dia, kerja sama itu dapat berlangsung secara timbal balik, karena negara-negara ASEAN memiliki dokumentasi kebencanaan yang cukup lengkap mulai dari erupsi gunung api, gempa bumi, likuifaksi, tsunami, sampai banjir bandang.

“EU kelebihannya teknologi dan sumber daya, sementara ASEAN itu laboratorium (bencana),” tambah Adelina. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: AseanAsia EropaMitigasi BencanaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.