ASIATODAY.ID, PATI – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor satu kontainer produk olahan udang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah ke Jepang pada Kamis (30/01/2020.
Rincian produk yang dieskspor adalah nobashi black tiger dan ebi furai sebanyak 8 ton, hasil produksi PT Dua Putra Utama Makmur, Tbk.

“Kita berharap ekspor tetap terus berlanjut dan menyumbang devisa untuk negara. Karyawannya juga bisa terus tersenyum,” ujar Menteri Edhy saat pelepasan ekspor tersebut di Pati, Jawa Tengah, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Minggu (2/2/2020).
Menteri Edhy menegaskan, pemerintah siap mendorong industri perikanan di Jawa Tengah agar hasil produksi bisa lebih ditingkatkan.
“Yang penting perusahaan harus menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. KKP ingin memperbaiki birokrasi yang menghambat pertumbuhan ekonomi,” jelas Edhy.
Sebelum melepas ekspor, Menteri Edhy berkeliling di area PT Dua Putra Utama Makmur guna meninjau langsung proses produksi olahan ikan di sana. Menteri Edhy didampingi Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, Bupati Pati Haryanto, Anggota DPD dan DPR RI daerah pemilihan Jateng, serta pejabat lainnya.
Sebagai informasi, produk olahan ikan yang dihasilkan PT Dua Putra Utama Makmur cukup banyak, di antaranya iabashi vannamei, nobashi black tiger, ebi fry, ebi furai, ebi fritter, ebi katsu, ika katsu, marugoto, cuttle fish fillet, cuttle fish tentacle, matsukasa cuttle fish, dan sashimi. Tahun lalu, perusahaan setiap bulan melepas ekspor dengan jumlah rata-rata 9 kontainer. Tujuan ekspor adalah Jepang.
Berbicara mengenai ekspor, komoditas perikanan lainnya yang turut menjadi unggulan ekpor Indonesia adalah rajungan.
Merujuk data sementara dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, nilai ekspor rajungan dan kepiting sebesar 393 juta dolar AS, dengan volume 25,9 ribu ton. Pangsa pasar rajungan mencakup Amerika Serikat, China, Malaysia, Jepang, Singapura, Prancis, hingga Inggris.
Provinsi Jawa Tengah sendiri merupakan salah satu daerah penghasil rajungan. Hingga pertengahan Januari tahun 2020, sebanyak 161 ton rajungan asal Kabupaten Demak dan Rembang senilai Rp39,37 miliar telah berhasil diekspor dari ke Amerika Serikat dan Hongkong. (AT Network)
,’;\;\’\’
