ASIATODAY.ID, VATIKAN – Aktivitas dua ibadah umat Khatolik di Vatikan yaitu Pekan Suci dan Paskah yang dipimpin Paus Fransiskus akan digelar tanpa jemaat. Langkah ini untuk mengantisipasi penyebaran pandemi corona kian mengkhawatirkan.
Keputusan menggelar ibadah tanpa jemaat baru pertama kali dikeluarkan otoritas di Vatikan. Sejauh ini belum dijelaskan sejauh mana dampak covid-19 terhadap dua penyelenggaraan ibadah umat Khatolik itu.
Melansir Antara, Senin (16/3/2020), Otorotas di Vatikan mempertimbangkan ibadah digelar di ruangan tertutup. Salah satu opsinya di Saint Peter’s Basilica dan Sistine Chapel. Jemaat yang hadir dibatasi hanya dari perwakilan dari kelompok-kelompok masyarakat dan keagamaan.
Proses ibadah misa disiarkan secara langsung dan dapat diakses lewat televisi dan youtube.
Aturan itu akan berlangsung sampai Hari Paskah 12 April mendatang. Pertemuan antara Paus dan jemaat pun dibatasi sampai 18 Maret.
Rangkaian ibadah satu minggu pada Pekan Suci yang diawali Minggu Palma dan diakhiri dengan Hari Paskah. Dua prosesi ibadah itu merupakan Hari Raya Umat Katolik di dunia.
Kegiatan kepausan dan aktivitas pemerintahan di Vatikan turut terdampak. Misa di Italia juga diliburkan sementara demi menghindari kumpulan massa. Para uskup ke para jemaat menyampaikan mereka tidak wajib menghadiri ibadah misa pada Minggu dan hari-hari suci.
Para uskup juga mendesak jemaat untuk mengikuti misa melalui tayangan langsung dari televisi dan Internet. (ATN)
,’;\;\’\’
