• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Gowa Akhirnya Dibatalkan

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ditengah Pandemi Coronavirus, Ribuan Orang Gelar ‘Ijtima Dunia’ di Gowa

Kegiatan 'Ijtima Dunia' zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan. ist

ASIATODAY.ID, MAKASSAR – Gelaran Ijtima Dunia Zona Asia 2020 yang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan akhirnya dibatalkan. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kamis (19/3/2020).

Menurut Ibrahim, penyelenggaraan acara ini sempat menimbulkan kekhawatiran ditengah merebaknya wabah coronavirus (Covid-19). Pasalnya, acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh WNI tetapi juga WNA dari sejumlah negara di Asia.

Berdasarkan data yang diterima kepolisian, acara Ijtima Dunia Zona Asia 2020 tersebut sudah dihadiri oleh 411 orang WNA yang berasal dari 9 negara seperti Pakistan, India, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste, Arab Saudi dan Bangladesh serta Filipina. Sementara WNI yang telah hadir dalam acara itu hingga Rabu (18/3/2020), pukul 13.30 WITA, telah mencapai 8.283 orang.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Alhamdulilah akhirnya semua pihak sudah sepakat bahwa kegiatan tersebut dibatalkan,” jelasnya.

Ibrahim mengungkapkan, pasca pembatalan ini Polda Sulawesi Selatan akan bertugas mengawal kepulangan seluruh peserta acara tersebut ke daerah masing-masing. Namun, khusus untuk WNA yang telah hadir, Kepolisian akan membuatkan lokasi karantina khusus hingga menunggu tiket pesawat pulang ke negara masing-masing.

“Karantina ini bukan seperti protokol Covid-19, tetapi hanya untuk menunggu mereka mendapat tiket pulang ke negara asalnya saja,” imbuhnya.

Saat ini ribuan peserta sudah hadir di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu yang menjadi lokasi kegiatan Ijtima Zona Asia. Atas kesepakatan antara panitia inti dan pemerintah, seluruh peserta bersedia diisolasi sementara waktu.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan berdasarkan hasil rapat bersama Forkopimda dan Pemkab Gowa, peserta yang akan diisolasi yakni 411 warga negara asing (WNA) yang berasal dari enam negara. Nurdin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan lokasi untuk mengisolasi sementara para peserta WNA.

“Untuk yang berasal dari dalam Sulsel, kami akan fasilitasi kendaraan untuk pulang ke daerah masing-masing,” jelas Nurdin.

Para peserta yang berasal dari luar Sulsel akan ditempatkan di Asrama Haji Sudiang. Di lokasi tersebut Pemprov Sulsel sudah menyediakan tenda, dapur umum, hingga toilet yang bisa digunakan oleh para jemaah. Mereka akan tinggal di lokasi itu sambil menunggu waktu kepulangan masing-masing.

Penempatan para peserta di Asrama Haji Sudiang akan tetap dalam pantuan, termasuk tetap melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para peserta yang berasal dari luar Sulsel. Seluruh proses karantina dan pemulangan sudah dikoordinasikan bersama Polda Sulsel, Kodam XIV Hasanuddin, seluruh Forkopimda, tokoh agama, termasuk Pemkab Gowa.

“Situasi ini sudah kami sehingga kami harap masyarakat tidak panik. Kita juga sudah sampaikan pada peserta bahwa saat ini situasi sedang genting. Butuh kedisiplinan untuk betul-betul bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” jelas Nurdin.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan keputusan untuk mengisolasi peserta sebelumnya merupakan kesepakatan yang disampaikan oleh panitia inti Ustaz Abdurrahman bersama dewan syuro Ijtima Zona Asia.

“Peserta sudah sepakat untuk diisolasi sementara sambil kami mengatur waktu kepulangannya. Kami juga akan memfasilitasi dengan menyediakan kendaraan menuju bandara untuk kepulangan para peserta nantinya,” jelas Adnan.

Sebenarnya kata Adnan, pemerintah dan masyarakat tidak keberatan dengan adanya tabligh akbar tersebut. Hanya saja di tengah merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19 pelaksanaan tabligh akbar itu diminta untuk ditunda dulu.

“Ini hanya soal momentum. Selama ini kami selalu membangun komunikasi dengan Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk meminta kegiatan tersebut ditunda,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCoronavirusCOVID-19Ijtima DuniaPandemi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.