• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pusat Pandemi Corona Kini Bergeser ke Eropa  

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus didampingi Kepala Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menguji coba vaksin coronavirus (Covid-19).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan, uji coba sebagai pencapaian luar biasa dan meminta kepada seluruh negara di dunia untuk terus mempertahankan semangat solidaritas yang sama dalam memerangi wabah mematikan ini.

Menyitat situs PBB, news.un.org, Ghebreyesus menjelaskan bahwa karena beberapa uji coba berskala kecil dari vaksin virus corona dengan metodologi berbeda, mungkin tidak memberikan bukti yang diperlukan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

WHO dan mitranya sedang mengadakan penelitian untuk membandingkan perawatan yang belum diuji di beberapa negara.

“Studi internasional yang besar ini dirancang untuk menghasilkan data yang kuat sesuai yang kami butuhkan untuk menunjukkan perawatan mana yang paling efektif. Kami menyebut studi ini ‘Solidarity Trial,” jelasnya saat media briefing di Geneva, Kamis (19/3/2020).

Uji coba ini dilakukan untuk membandingkan vaksin yang sedang dikembangkan dengan vaksin lainnya dan menemukan pengobatan mana yang paling efektif dalam menanggulangi virus corona yang merajalela.

Uji coba ini hanya dua bulan berselang setelah WHO memperingatkan bahwa uji coba pertama vaksin COVID-19 diperkirakan tidak lebih cepat dari 3-4 bulan dan peluncurannya ke publik tidak lebih cepat dari 12-18 bulan.

Ghebreyesus tidak menyebutkan di mana saja uji coba dilaksanakan.

Menurutnya, untuk menekan dan mengendalikan sebuah epidemi, negara harus melakukan isolasi, menguji, merawat dan melacak sumber penyakit. Jika tidak, rantai transmisi masih dapat berlanjut pada tingkat rendah dan kemudian melonjak ketika kebijakan pembatasan jarak fisik diangkat.

Sepekan sejak COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, kasus infeksi terus melonjak, sekitar setengah dari populasi siswa di dunia tidak bersekolah, orang tua bekerja dari jarak jauh jika memungkinkan, perbatasan ditutup dan kehidupan terganggu.

Di seluruh dunia angka kasus virus corona telah melampaui 200 ribu kasus dan lebih dari 8.000 kasus kematian. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: CoronavirusCOVID-19Pandemi GlobalVaksin CoronaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.