• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Masalah Baru, Indonesia tidak akan Lockdown

by Redaksi Asiatoday
March 31, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cegah Masalah Baru, Indonesia tidak akan Lockdown

Doni Monardo. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberlakukan isolasi atau lockdown.

Pasalnya, kebijakan itu tidak efektif menekan penyebaran virus corona (covid-19) bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Dapat dipastikan bahwa pemerintah dalam hal ini negara tidak mengikuti apa yang telah dilakukan sejumlah negara menerapkan lockdown yang ternyata juga tidak efektif dan justru menimbulkan dampak yang baru,” jelas Doni di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut Doni, negara tidak ingin menimbulkan masalah baru dalam manangani Covid-19. Lockdown diyakini akan menganggu perekonomian masyarakat.

“Oleh karenanya, keseimbangan ini akan senantiasa menjadi perhitungan dan tentunya juga dengan melibatkan sejumlah pakar di bidang hukum. Selanjutnya akan diterbitkan Perppu dalam waktu dekat ini,” tegas Doni.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan penetapan karantina wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan wilayah. Ia meminta seluruh kepala daerah, menteri, dan kepala lembaga satu visi.

“Karantina wilayah adalah kewenangan pemerintah pusat bukan kewenangan pemerintah daerah. Saya berharap seluruh menteri, memastikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memiliki visi yang sama,” kata Jokowi.

Karantina wilayah tak boleh sembarang. Jokowi ingin seluruh kebijakan dikalkulasi, baik dampak sosial maupun ekonominya.

“Semua harus dikalkulasi, semua harus dihitung baik dari dampak kesehatan maupun sosial ekonomi yang ada,” tegasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCOVID-19Lockdown
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.