ASIATODAY.ID, GHANA – Ditengah pandemi global wabah coronavirus (Covid-19), Presiden Ghana, Nana Akufo Addo, tiba-tiba menjadi sorotan dunia karena sikap tegasnya menerapkan lockdown.
Nana Akufo menempatkan nyawa manusia diatas segalanya dan lebih penting dari ekonomi.
“Kami tahu cara menghidupkan kembali ekonomi. Yang kami tidak tahu adalah bagaimana menghidupkan kembali orang yang mati,” tulis akun Twitter resmi Nana pada tanggal 28 Maret 2020.
Ghana diketahui menerapkan kebijakan lockdown selama dua pekan sejak tanggal 30 Maret. Warga hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli makanan, air, obat-obatan, serta menggunakan toilet umum.
Cuitan Nana mendapat apresiasi dan diretweet oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berterima kasih atas pesan yang disampaikan Nana untuk dunia.
“Terima kasih atas pesan kuat untuk dunia saudaraku @NAkufoAddo, Presiden Ghana. Bersama untuk menciptakan dunia yang lebih sehat, aman, dan adil. Bersama untuk melawan COVID-19,” kata Tedros lewat akun Twitternya.
Beberapa negara seperti China, Italia, dan masih banyak lainnya menerapkan lockdown sebagai upaya physical distancing. Tujuannya agar penyebaran virus bisa diperlambat sehingga sistem kesehatan tidak kolaps karena kelebihan pasien.
Lockdown memang bukan satu-satunya cara menghadapi wabah virus corona. Negara seperti Korea Selatan disebut-sebut berhasil mengendalikan wabah berkat upaya pengetesan dan pelacakan yang agresif. (ATN)
,’;\;\’\’
