• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presiden Ghana : Nyawa Manusia Lebih Penting, Ekonomi Bisa Dihidupkan Kembali

by Redaksi Asiatoday
March 31, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden Ghana : Nyawa Manusia Lebih Penting, Ekonomi Bisa Dihidupkan Kembali

Nana Akufo Addo. Ist

ASIATODAY.ID, GHANA – Ditengah pandemi global wabah coronavirus (Covid-19), Presiden Ghana, Nana Akufo Addo, tiba-tiba menjadi sorotan dunia karena sikap tegasnya menerapkan lockdown.

Nana Akufo menempatkan nyawa manusia diatas segalanya dan lebih penting dari ekonomi.

“Kami tahu cara menghidupkan kembali ekonomi. Yang kami tidak tahu adalah bagaimana menghidupkan kembali orang yang mati,” tulis akun Twitter resmi Nana pada tanggal 28 Maret 2020.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Ghana diketahui menerapkan kebijakan lockdown selama dua pekan sejak tanggal 30 Maret. Warga hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli makanan, air, obat-obatan, serta menggunakan toilet umum.

Cuitan Nana mendapat apresiasi dan diretweet oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berterima kasih atas pesan yang disampaikan Nana untuk dunia.

“Terima kasih atas pesan kuat untuk dunia saudaraku @NAkufoAddo, Presiden Ghana. Bersama untuk menciptakan dunia yang lebih sehat, aman, dan adil. Bersama untuk melawan COVID-19,” kata Tedros lewat akun Twitternya.

Beberapa negara seperti China, Italia, dan masih banyak lainnya menerapkan lockdown sebagai upaya physical distancing. Tujuannya agar penyebaran virus bisa diperlambat sehingga sistem kesehatan tidak kolaps karena kelebihan pasien.

Lockdown memang bukan satu-satunya cara menghadapi wabah virus corona. Negara seperti Korea Selatan disebut-sebut berhasil mengendalikan wabah berkat upaya pengetesan dan pelacakan yang agresif. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: CoronavirusCOVID-19GhanaNakufo AddoPandemi GlobalWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.