• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Garuda Putus Kontrak Penyedia Hiburan Senilai USD239 Juta

by Redaksi Asiatoday
July 28, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Garuda Putus Kontrak Penyedia Hiburan Senilai USD239 Juta

ASIATODAY.ID, TANGERANG – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memutuskan kontrak perjanjian dengan PT Mahata Aero Teknologi dalam penyediaan hiburan dalam penerbangan atau inflight entertainment. Adapun nilai kontrak ini sebesar 239 juta dolar AS dalam kurun waktu 15 tahun.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan, batalnya kerja sama ini setelah keluar surat rekomendasi dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Laporan Keuangan 2018 yang memasukan piutang kontrak Mahata yang belum dibayarkan.

“Ada beberapa hal yang memang tidak memenuhi syarat perjanjian. Maka dari itu, direkomendasikan oleh BPK untuk kami melakukan pembatalan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Sabtu (27/7).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurutnya, Mahata saat itu baru membayar 6,8 juta dolar AS sedangkan sisanya sebesar 233,12 juta dolar AS dicatatkan sebagai piutang lainnya.

“Kami sudah batalkan kontrak senilai 239 juta dolar AS termasuk Citilink dan Sriwijaya termasuk adendum-adendum seluruh kontrak Garuda, Citilink dan Sriwijaya dibatalkan,” jelasnya.

Fuad menjelaskan, masuknya piutang menjadi laba pada laporan keuangan 2018 karena ingin memperlihatkan kenaikan pendapatan pendukung atau ancillary revenue yang saat ini masih lima persen.

“Memang secara komposisi ancillary revenue masih jauh dari lima persen, sementara maskapai asing sudah 10 sampai 15 persen,” ucapnya.

Namun, Faud memastikan dari pembatalan kerja sama tersebut tidak menimbulkan kerugian yang signifikan pada maskapai berpelat merah itu.

“Yang sebenarnya, latar belakang kerja sama ini untuk mengejar accelerated revenue dari maskapai asing. Karena kalau di Garuda Indonesia layanan Wifi kita berlakukan berbayar ke penumpang. Namun, dengan tawaran itu kan tidak berbayar alias gratis,” ungkapnya.

Selain itu, Fuad menambahkan, Mahata menawarkan zero investment artinya Garuda tidak mengeluarkan dana sama sekali untuk memasang wifi dalam pesawat. Sementara itu, Wifi dalam pesawat Garuda saat itu masih berbayar melalui kontrak dengan Panasonic.

“Ada penawaran zero investment kenapa tidak, tujuannya untuk meningkatkan ancillary revenue. Wifi Garuda masih berbayar dan cukup mahal disuplai oleh Panasonic, sehingga kita charge ke pelanggan,” ujarnya.

Saat ini, Fuad mengatakan pihaknya membuka kerja sama dengan semua pihak yang berminat untuk meningkatkan pendapatan pendukung, terutama pemasangan wifi. Adapun Wifi pertama yang dipasang oleh Mahata, yakni di pesawat Citilink Indonesia pada 17 Januari 2019 dan perdana diterbangkan untuk rute Jakarta-Denpasar.

Pesawat yang dilengkapi wifi itu juga merupakan pesawat perdana yang terbang secara komesial ke Bandara Internasional Yogyakarta pada 6 Mei lalu. Sedangkan untuk saat ini, Citilink akan menyiapkan 15 pesawat yang dipasang, lima pesawat Garuda A330 yang akan dipasang dan sudah ditargetkan 10 pesawat 737 milik Garuda Indonesia. (Lis)

,’;\;\’\’
Tags: Garuda IndonesiaInflight EntertainmentMaskapai Garuda
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.