• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ilmuwan Australia dan Amerika Mulai Uji Coba Vaksin Corona kepada Hewan

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris dan Australia Warning Warganya Segera Tinggalkan Indonesia

Coronavirus (Covid-19). Ist

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Para ilmuwan telah memulai uji coba dua vaksin coronavirus (covid-19) kepada hewan di Australia. Namun, sejumlah pakar memperingatkan walaupun uji coba tersebut berjalan sukses, kedua vaksin belum dapat diproduksi massal hingga tahun depan.

Dua vaksin tersebut merupakan buatan Universitas Oxford di Inggris dan Inovio Pharmaceuticals asal Amerika Serikat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa kedua vaksin tersebut bisa diuji coba kepada hewan. Uji coba ini merupakan langkah fundamental dalam mencari vaksin covid-19 yang dapat digunakan untuk manusia.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Agensi Sains Nasional Australia sedang mengamati apakah pemberian dua vaksin tersebut berjalan sukses, dan apakah nantinya aman untuk dicobakan kepada manusia.

Hewan uji coba kedua vaksin adalah sejenis musang, yang memiliki mekanisme mirip manusia terkait penularan virus.

Jane Halton, kepala Koalisi Inovasi Persiapan Epidemi Australia (CEPI), mengatakan bahwa eksperimen dua vaksin ini merupakan terobosan dalam mengalahkan covid-19.

“Eksperimen ini sangat signifikan,” kata Halton, dilansir dari laman Voice of America, Minggu (5/4/2020).

Saat ini sejumlah perusahaan global sedang berlomba membuat vaksin covid-19. Banyak perusahaan ini tidak bergerak sendiri, dan memilih untuk bekerja sama untuk mempercepat proses pembuatan vaksin.

Menurut keterangan sejumlah peneliti Australia, biasanya membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk menguji coba sebuah vaksin kepada hewan. Untuk kali pertama, vaksin baru dapat diuji coba kepada hewan hanya dalam kurun waktu dua bulan.

Namun, sejumlah pakar memprediksi kedua vaksin itu mungkin tidak akan tersedia secara massal hingga 2012, karena masih harus melewati sejumlah proses agar dapat memenuhi standar internasional. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19Vaksin CoronaVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.