• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Moodys: Ekonomi Indonesia Bisa Terpukul Lebih Dalam akibat Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Moody’s : Ekonomi Indonesia Tidak Capai 5 Persen Hingga 2021

Kantor pusat Moody's di Amerika Serikat. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s memandang perekonomian Indonesia mendapatkan tantangan yang serius akibat pandemi coronavirus (Covid-19), terutama dari sisi fiskal dan neraca eksternal.

Menurut Moody’s Vice President and Senior Analyst Anushka Shah, kondisi itu dapat menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi sejak krisis 1997-1998.

Moody’s memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 melambat hingga 3,0 persen sebelum mengalami pemulihan hingga meningkat sebesar 4,3 persen pada 2021.

RelatedPosts

Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong

Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships

ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution

“Perekonomian Indonesia mulai melambat di triwulan pertama, namun potensi terjadinya karantina di wilayah Jakarta dan bagian lain di Jawa, yang menjadi pusat pertumbuhan, bisa mendorong perlambatan lebih dalam,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya yang diterima Senin (6/5/2020).

Shah mengatakan pelemahan rupiah dan kenaikan imbal hasil untuk surat utang juga berpengaruh kepada kinerja pasar keuangan bila terjadi secara berkepanjangan.

“Nilai tukar rupiah yang melemah hingga 20 persen sejak Februari dan kenaikan yield surat utang negara dapat berpengaruh ke ekonomi apabila terjadi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, masuknya arus modal dalam kondisi saat ini bisa saja menambah beban utang dan neraca eksternal yang secara tidak langsung mempunyai implikasi kepada kesehatan perusahaan dan kualitas aset bank.

Terkait penanganan kesehatan dan pemberian stimulus untuk menjaga kinerja perekonomian, menurut Shah, kebijakan Indonesia untuk menangani dampak covid-19 itu sedikit lebih lambat dari negara-negara lain di wilayah.

Meski demikian, fasilitas stimulus yang telah dirumuskan untuk menjaga kinerja perekonomian dan membatasi guncangan di sektor keuangan harus dikoordinasikan dengan lebih baik. (ATN)

Tags: Corona IndonesiaMoodyPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong
  • Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships
  • A Different Kind of Hero: Ringgo Brings Authentic Down Syndrome Representation to Tanah Runtuh
  • ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution
  • Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.