ASIATODAY.ID, TOKYO – Sedikitnya 18 dokter peserta pelatihan disalah satu rumah sakit paling bergengsi di Jepang, terinfeksi coronavirus (covid-19) usai menghadiri pesta dengan rekan-rekannya.
Rumah Sakit Universitas Keio, di Tokyo, mengakui bahwa satu dokter peserta pelatihan dinyatakan positif virus corona pada minggu lalu dan 17 lainnya dinyatakan positif minggu ini.
Pihak rumah sakit mengkonfirmasi bahwa 40 peserta pelatihan telah menghadiri pesta minum setelah bekerja.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh direktur rumah sakit Yuko Kitagawa mengatakan, “Apa yang terjadi adalah kesalahan yang tak termaafkan dari para dokter peserta pelatihan kami.
“Mereka sangat kurang memiliki kesadaran diri untuk menjadi dokter.”
Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengimbau warga tinggal di rumah pada akhir pekan dan menahan diri pada malam hari untuk menekan penyebaran virus corona.
Rumah sakit mengakui bahwa pesta berlangsung pada 26 Maret, sehari setelah imbauan Gubernur Koike.
Perdana Menteri Shinzo Abe pada Selasa, 7 Maret malam mengumumkan status darutat, termasuk Tokyo.
Keadaan darurat selama sebulan akan menargetkan Tokyo dan enam prefektur lainnya.
Infeksi virus corona di Tokyo meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 1.200 dalam sepekan terakhir. Secara nasional, kasus telah meningkat 4.000 dengan 93 kematian pada hari Senin.
Osamu Nishida, ketua Perhimpunan Pengobatan Perawatan Intensif Jepang, mencatat bahwa Jepang hanya memiliki lima tempat tidur ICU per 100.000 orang, dibandingkan dengan 12 di Italia dan sekitar 30 di Jerman.
Namun Abe mengatakan pemerintah pusat telah menyendiakan 25.000 tempat tidur dan 8.000 ventilator. (ATN)
