ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus (Covid-19) melonjak di Turki.
Angka kematian menembus angka 1.006 jiwa.
Pemerintah setempat mengumumkan status lockdown selama dua hari bagi kota-kota besar setelah negara itu melaporkan 98 kematian pada hari Jumat (10/4/2020).
Berdasarkan pernyataan Kementerian Dalam Negeri yang dilansir dari Bloomberg, warga Turki di 31 kota termasuk Istanbul dan ibu kota, Ankara, tidak akan diizinkan keluar sampai 12 April.
Sebelumnya, pihak berwenang Turki mengatakan jumlah kasus yang dikonfirmasi naik 11,2 persen dari Kamis (9/4/2020) menjadi 47.029.
Dalam postingan di Twitter, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan Negara itu menyisir 30.864 orang selama 24 jam terakhir dan 4.747 dinyatakan positif virus Corona.
Menurut Koca, jumlah total tes yang dilakukan selama 32 hari pertama wabah mencapai 307.210.
Lockdown pada akhir pekan ini adalah ukuran paling ketat yang belum diadopsi oleh Turki. Sementara itu pihak berwenang secara bertahap meningkatkan pembatasan pada mobilitas orang sejak kasus pertama dilaporkan sebulan yang lalu.
Turki sendiri telah menghindari memaksakan jenis tindakan ketat seperti di negara lain karena mereka berusaha untuk mengatasi dampak virus Corona pada ekonomi. (ATN)
