• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Studi CDC Amerika : Covid-19 Bisa Menyebar Radius 4 Meter saat di Udara

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Studi CDC Amerika : Covid-19 Bisa Menyebar Radius 4 Meter saat di Udara

Markas Centers for Disease Control and Prevention. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil studi Centers for Disease Control and Prevention atau CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat menyebutkan bahwa covid-19 bisa menyebar dalam radius 4 meter. Selain itu, virus bisa menempel di sepatu.

Dalam pedoman social distancing atau jarak sosial untuk berjaga-jaga penyebaran virus, jarak yang disarankan, sekitar 1,5 meter hingga 2 meter antar manusia.

Namun menurut penelitian terbaru yang diterbitkan jurnal Emerging Infectious Diseases, ada cara bagaimana virus itu menyebar di udara. Termasuk jarak penyebaran virus itu di udara, sejauh 4 meter.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Tim studi menguji sampel udara dan permukaan di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, China. Penelitian itu untuk mendeteksi distribusi virus corona yang menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai covid-19.

Mereka menemukan bahwa kontaminasi di lantai, mouse komputer, tempat sampah, pegangan tangan dan gagang pintu itu lebih tinggi di unit perawatan intensif daripada di bangsal rumah sakit umum.

“Kemampuan transmisi yang sangat cepat dari new coronavirus telah menimbulkan kekhawatiran tentang berbagai rute penularannya,” demikian menurut laporan yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Beijing.

Pada interval waktu antara 19 Februari dan 2 Maret 2020, para peneliti studi mengumpulkan sampel dengan menyeka benda yang mungkin terkontaminasi. Begitu pula dengan udara dalam ruangan dan saluran udara.

Sementara unit perawatan intensif memiliki 15 pasien dengan penyakit parah. Sedangkan bangsal umum memiliki 25 pasien dengan penyakit ringan.

Secara keseluruhan, mereka melaporkan, sampel yang dites positif untuk virus terkonsentrasi di daerah yang terkontaminasi, terutama di ICU. Penyeka lantai juga memiliki tingkat tes positif yang tinggi, berpotensi karena tetesan virus jatuh di tanah. Setengah dari sepatu staf ICU juga dinyatakan positif.

“Selain itu, ketika staf medis berjalan di sekitar bangsal, virus dapat dilacak di seluruh lantai. Seperti yang ditunjukkan oleh tingkat kepositifan 100 persen dari lantai di apotek, di mana tidak ada pasien,” jelas para penulis.

Saat menguji transmisi aerosol, tim peneliti menemukan hasil tes positif untuk 35 persen tes di ICU dan 12,5 persen tes di bangsal umum. Sampel bervariasi berdasarkan lokasi juga.

Sekitar 44 persen tes di kamar pasien positif, diikuti oleh sekitar 36 persen di dekat saluran udara. Satu dari delapan tes di area kantor dokter pun dinyatakan positif.

Tim peneliti menyimpulkan, jarak transmisi maksimum bisa 4 meter, tulis penulis atau sekitar 13 feet. Hasilnya dapat menyiratkan risiko infeksi yang berpotensi tinggi untuk staf medis dan kontak dekat mereka.

Oleh karena itu, langkah-langkah yang lebih ketat harus diambil, terutama bagi mereka yang bekerja di bangsal perawatan intensif. CDC pun merekomendasikan 2 meter untuk jarak sosial dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan 1 meter. (ATN)

Tags: Amerika SerikatCDCCenters for Disease Control and PreventionCoronavirusCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.