• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Covid-19, Panama Kurung Ribuan Imigran Ilegal di Hutan

by Redaksi Asiatoday
April 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cegah Covid-19, Panama Kurung Ribuan Imigran Ilegal di Hutan

Negeri Panama. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negeri Panama punya cara tersendiri mencegah penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).

Sekitar 1.700 imigran ilegal yang masuk melalui Panama dan hendak menuju ke Amerika Serikat dikurung dalam kamp tahanan di tengah hutan setelah beberapa orang diantara mereka terinfeksi wabah covid-19.

Mereka ditahan di La Penita, sebuah hutan dekat perbatasan Kolombia, fasilitas yang dirancang untuk menampung sekitar 200 orang di dalam hutan.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“17 imigran telah terinfeksi virus corona baru,” kata sumber resmi tanpa menyebut nama, melansir Aljazeera.com, Minggu (19/4/2020).

Mereka yang terinfeksi sudah dipindahkan dari kamp di Panama, yang mencatat 4.273 infeksi virus corona dan 120 kematian, migran dirawat di tiga pos perbatasan. Pihak pemerintah, UNICEF dan Palang Merah memberi mereka makanan dan perawatan medis.

Sementara CCN melaporkan sebelumnya bahwa Panama memperketat penguncian untuk menahan laju virus itu berdasarkan jenis kelamin.

Pemerintah Panama membuat kebijakan tak biasa yang diberlakukan yakni dengan membuat jadwal keluar rumah bagi perempuan dan laki-laki.

Kendati sudah ada aturan melakukan isolasi mandiri, masih banyak warga yang nekat beraktivitas di luar ruangan. Pejabat setempat kemudian memutuskan untuk membagi jadwal keluar rumah berdasarkan jenis kelamin untuk membatasi jumlah orang yang berada di luar ruangan.

Mulai awal April lalu, perempuan diperbolehkan keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan harian pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara laki-laki diizinkan keluar rumah pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. (ATN)

Tags: Amerika SerikatCoronavirusCOVID-19PanamaPandemi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.