ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengucurkan stimulus sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan pandemi coronavirus (Covid-19). Stimulus tersebut setara dengan 2,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, alokasi stimulus yang diberikan pemerintah tidak sebesar negara lain, seperti Australia, Singapura dan Malaysia. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi keuangan masing-masing negara.
“Besaran stimulus tergantung culture, ekonomi dan kemampuan fiskal dan langkah-langkah pengaman yang dilakukan tiap negara,” ujarnya dalam video conference di Jakarta, yang dimonitotor Rabu (22/4/2020).
Askolani mengungkapkan, beberapa negara mengalokasikan hingga 10 persen dari PDB, atau bahkan lebih besar.
Misalnya Australia, Amerika Serikat (AS), Singapura, dan Malaysia memberikan stimulus covid-19 lebih besar dari Indonesia.
“Australia misalnya 10 persen PDB, Singapura juga, dan AS masif sampai 10,5 persen, bahkan Malaysia. Ada juga negara lain seperti Prancis, Italia tidak setinggi Indonesia,” jelasnya.
Australia menyuntik USD189 miliar atau 9,7 persen dari PDB-nya untuk stimulus dalam mengatasi pandemi korona. AS mengalokasikan USD2,1 triliun atau 10,5 persen PDB, Singapura USD54,4 miliar atau 10,9 persen PDB, dan Malaysia stimulusnya mencapai 17 persen PDB.
Sementara itu, negara dengan stimulus lebih kecil dari Indonesia di antaranya Prancis 45 miliar euro atau dua persen PDB, dan Italia 25 miliar euro atau 1,4 persen PDB. Bahkan Tiongkok sebagai negara awal penyebaran covid-19 hanya mengalokasikan 1,3 triliun yuan atau 1,2 persen PDB. (ATN)
