• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Liciknya Israel, Manfaatkan Covid-19 Bangun Pemukiman Ilegal di Yerusalem

by Redaksi Asiatoday
April 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Liciknya Israel, Manfaatkan Covid-19 Bangun Pemukiman Ilegal di Yerusalem

Pendudukan Israel di Yerusalem. Ist

ASIATODAY.ID, YERUSALEM – Menteri Palestina Urusan Yerusalem, Fadi al-Hadami, mengutuk Israel karena memanfaatkan pandemi coronavirus (Covid-19) untuk memperluas kegiatan pembangunan permukiman ilegal.

“Israel tidak berniat menyelesaikan proses Yahudisasi. Saat dunia sedang perang melawan Covid-19, kita melihat bahwa laju ekspansi pemukiman di al-Quds meningkat, dengan lebih dari 17.700 unit pemukiman sedang dibangun hanya dalam dua bulan terakhir,” kata Hadami kepada Sputnik, dilansir Press TV, Sabtu (25/4/2020).

“Ini menunjukkan, Pendudukan Israel tidak peduli dengan epidemi atau kampanye melawan Covid-19 dan hanya mengejar kebijakan pembangunan pemukiman dan perampasan tanah,” sambungnya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Ia menambahkan, rezim Israel juga melanjutkan kampanye penangkapan dan serangannya melalui penggunaan gas air mata di lingkungan al-Quds di Issawiya dan Silwan serta desa Qalandiya.

“Kami menghadapi serangan terbuka dan terus menerus yang tidak melihat virus sebagai pencegah untuk memberi orang-orang Yerusalem kesempatan untuk memerangi epidemi dan melindungi diri mereka sendiri,” terangnya.

Hadami mengecam para pejabat Israel atas kelalaian yang disengaja di lingkungan Arab di Kota Tua Yerusalem al-Quds dan sektor timurnya di tengah wabah Covid-19, yang menyatakan, mereka tidak melakukan prosedur peningkatan kesadaran dan sterilisasi di daerah-daerah tersebut.

“Kami, sebagai pejabat Palestina, sepenuhnya memikul tanggung jawab untuk melayani warga Yerusalem setelah kelalaian yang disengaja Israel. Pendudukan mengklaim bahwa Yerusalem bersatu, tetapi dalam kenyataannya tidak. Ini menerapkan standar ganda mengenai al-Yerusalem Barat dan Timur,” tandas Hadami.

Di bagian lain dalam sambutannya, Ia mengaku sudah empat kali ditangkap oleh para pejabat Israel selama satu tahun, yang terakhir pada awal April. Ia mencatat penahanan itu karena upaya konstannya mendukung warga al-Quds.

Pada 28 Maret, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengatakan bahwa Israel mengeksploitasi keasyikan dunia melawan pandemi virus corona untuk memajukan proyek-proyek pemukiman dan melakukan “pembersihan etnis” terhadap Palestina.

Kantor Nasional PLO untuk Membela Tanah dan Pemukiman yang Menolak menyatakan bahwa para pemukim berjalan liar mengingat keadaan darurat yang dinyatakan akibat pecahnya coronavirus.

Mereka juga mengecam rezim Israel karena mengejar kebijakan pembangunan permukiman dan perampasan tanah meskipun penyebaran penyakit itu.

Lebih dari 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 permukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (ATN).

Tags: COVID-19IsraelPalestinaYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.