• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pompeo: China Punya Sejarah Menginfeksi Dunia

by Redaksi Asiatoday
May 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pompeo: China Punya Sejarah Menginfeksi Dunia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan, ada “bukti besar” bahwa pandemi virus corona baru (COVID-19) berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, Cina.

“Ada bukti yang sangat besar bahwa ini adalah awal mulanya,” kata Pompeo kepada ABC pada Minggu (3/5/2020), tanpa ingin menyatakan secara tegas bahwa virus tersebut sengaja dilepaskan.

Presiden AS, Donald Trump memang getol mengkritisi peran China dalam pandemi COVID-19, yang sudah menginfeksi hampir 3,5 juta orang dan menewaskan lebih dari 240.000 di seluruh dunia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Ia bersikeras bahwa Negeri Tirai Bambu itu secara rahasia menyembunyikan informasi penting tentang COVID-19 dan menuntut agar Beijing bertanggung jawab.

Disebutkan, Trump sedang menugaskan mata-mata untuk mencari tahu lebih lanjut asal-usul virus, yang pada awalnya disebut muncul di pasar Wuhan yang menjual hewan-hewan eksotis, tetapi sekarang diperkirakan berasal dari laboratorium penelitian virus di dekatnya.

Mantan Direktur Central Intelligence Agency (CIA) mengatakan sangat setuju dengan pernyataan komunitas intelijen AS bahwa COVID-19 bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik.

“Saya pikir seluruh dunia dapat melihat sekarang, ingat, China memiliki sejarah menginfeksi dunia dan menjalankan laboratorium di bawah standar,” kata Pompeo.

Ia menambahkan bahwa AS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencoba untuk mendapatkan akses ke lab di Wuhan di mana coronavirus mungkin berasal tetapi mereka tidak dapat mengakses.

“Kami berusaha mendapatkan tim di sana. WHO berusaha mendapatkan tim di sana. Dan mereka gagal. Tidak ada yang diizinkan pergi ke lab ini atau di laboratorium lain mana pun,” katanya.

Ia mengatakan upaya awal China untuk mengecilkan virus corona sama dengan upaya disinformasi Komunis klasik. Hal itu menciptakan risiko yang sangat besar.

“Presiden Trump sangat jelas: kami akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab,” tandasnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaChina VirusCoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.