• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Bersiap Akhiri Status Darurat Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 14, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jepang Perpanjang Masa Darurat Covid-19

Mobilitas sosial di Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO – Pemerintah Jepang akan segera mencabut status darurat di semua wilayah pada Kamis (14/5/2020), terkecuali di Kota Tokyo tetap diberlakukan pembatasan sampai wabah Covid-19 benar-benar dapat dikendalikan.

Jepang mengumumkan keadaan darurat nasional sebulan lalu dan mendesak warganya untuk mengurangi 80 persen kontak antarmanusia dalam upaya memperlambat laju penularan dan menurunkan beban pada layanan medis. Pemerintah telah mengatakan akan mengkaji kembali situasi pada pertengahan Mei.

Status darurat tersebut memberikan wewenang tambahan kepada gubernur untuk memerintahkan orang agar tinggal di rumah, juga untuk menutup sekolah dan bisnis, tetapi tidak ada hukuman bagi orang yang tidak mematuhi perintah tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Beberapa bisnis yang tidak penting, bahkan di daerah-daerah yang paling parah, telah mulai dibuka kembali sebelum pemerintah mengeluarkan tinjauan. Ruang lingkup pembatasan di seluruh negeri bervariasi.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, seperti halnya para pemimpin negara lain, sedang berusaha untuk mencapai keseimbangan antara kerusakan pada ekonomi akibat penguncian berkepanjangan dan kebutuhan untuk menahan penularan virus.

Pemerintah akan menambah empat ekonom ke panel penasihat guna memerangi epidemi, dan tinjauan lain akan dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu.

Para ekonom mengatakan normalisasi akan dilakukan bertahap karena pemerintah berhati-hati dengan kemungkinan gelombang kedua infeksi, sebagaimana yang terlihat di negara-negara lain seperti Korea Selatan dan China.

“Fokusnya adalah apakah pemerintah akan mencabut keadaan darurat di daerah-daerah besar seperti Tokyo dan Osaka sebelum akhir Mei, seperti yang telah direncanakan sebelumnya,” kata Atsushi Takeda, ekonom kepala Itochu Research Institute.

“Jika ya, pemulihan ekonomi kemungkinan akan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.”

Sebanyak 39 prefektur memiliki jumlah penduduk 54 persen dari total populasi Jepang. Wilayah Metropolitan Tokyo, yang akan tetap berada di bawah status darurat, mewakili sepertiga dari ekonomi negara itu.

“Tokyo adalah jantung ekonomi Jepang. Ini seperti mengendarai mobil dengan tiga roda,” kata Jesper Koll, kepala eksekutif manajer aset WisdomTree Jepang.

Fast Retailing Co, pemilik jaringan pakaian kasual Uniqlo, yang sudah mulai membuka kembali gerai di seluruh negeri, mengatakan pihaknya merencanakan pembukaan kembali lebih lanjut mulai Jumat setelah keadaan darurat dicabut.

Jepang telah melaporkan 16.100 kasus virus corona, tidak termasuk yang berasal dari kapal pesiar yang sebelumnya dikarantina di Yokohama, dan 696 kematian hingga saat ini akibat penyakit Covid-19, menurut NHK.

Sementara itu, Jepang telah menghindari jenis pertumbuhan eksplosif yang terlihat di Amerika Serikat dan di tempat lain, pengujiannya juga termasuk yang terendah, yaitu 188 tes polymerase chain reaction (PCR) per 100.000 orang, dibandingkan dengan 3.159 di Italia dan 3.044 di Jerman.

Tokyo, yang paling terpukul oleh wabah Covid-19, telah melakukan hanya 50.000 tes sejauh ini dengan 5.000 atau 10 persennya positif.

Meskipun deklarasi darurat negara Jepang tidak memiliki kekuatan penegakan hukum, data mobilitas menunjukkan penurunan tajam dalam pergerakan orang.

Pemerintah pekan ini melaporkan penurunan 20 persen jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dalam 9 hari hingga 7 Mei, menjadi 4.449 orang. Di Tokyo kasus baru turun menjadi hanya 10 pada Rabu (13/5/2020).

Osaka, kota metropolis terbesar kedua di Jepang, juga akan tetap menjadi target keadaan darurat, tetapi gubernur telah mengumumkan kriteria untuk secara bertahap mencabut beberapa aturan pembatasan pada bisnis, termasuk restoran dan bar. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.