• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Lahir di Masa Pandemi, Bayi Gajah di Taman Safari Indonesia Diberi Nama Covid

by Redaksi Asiatoday
May 18, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lahir di Masa Pandemi, Bayi Gajah di Taman Safari Indonesia Diberi Nama Covid

Satwa Gajah di Taman Safari Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, BOGOR – Seekor bayi gajah jantan yang lahir di tengah pandemi di Taman Safari Indonesia (TSI) Kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diberi nama Covid.

Covid lahir dari induk betina bernama Nina berusia 46 tahun, sedangkan gajah pejantannya bernama Kodir diperkirakan usianya 44 tahun.

“Keduanya berasal dari Riau,” ujar seorang keeper di TSI Bogor, Sodik, dikutip antara, Minggu (17/5/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Ia menyebutkan persalinan satwa dengan nama latin Elephas maximus sumatranus itu lahir pada Selasa 28 April lalu. Saat itu, sekitar dinihari, ari-ari yang terhubung dengan bayi gajah itu sudah terjuntai ke luar dari induknya.

“Saat ini Covid dalam keadaan kondisi sehat dan lincah, tingkahnya sangat menggemaskan,” kata Sodik sambil menambahkan, “Sesekali nampak Covid mendekati mendekati induknya.”

Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manansang menyebutkan kelahiran Covid menambah populasi gajah di TSI Bogor menjadi 51 ekor. Dia menyebutnya sebagai buah keberhasilan dalam pengembangbiakan satwa melalui program konservasi.

“Bukan hanya kelahiran mamalia besar, tetapi ada beberapa satwa yang berhasil berkembangbiak di antaranya burung kasturi raja yang tergolong langka,” ujarnya.

Jansen tak mengelak penutupan TSI Bogor dampak pandemi Covid-19 berimbas besar karena tidak adanya pemasukan dari pengunjung. Oleh karena itu, pihaknya terpaksa melakukan langkah penghematan dalam memberikan perawatan satwa.

Ia menyebutkan Taman Safari Bogor terbuka dalam menerima bantuan atau donasi dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi para pencinta satwa yang ingin membantu program konservasi satwa. (ATN)

Tags: Gajah SumateraKonservasi GajahTaman Safari
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.