• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tewas Lagi ABK Indonesia di Kapal Ikan China

by Redaksi Asiatoday
May 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dugaan Perbudakan ABK Indonesia Juga Terjadi di Kapal Taiwan

Kapal penangkap ikan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Nasib tragis yang dialami ABK Indonesia di Kapal China Kembali terjadi.

Dua anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di sebuah kapal ikan milik perusahaan China ditelantarkan dalam kondisi kritis. Bahkan, salah satu di antaranya tewas di Pakistan, pada Jumat (22/05/2020).

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Sabtu (23/5/2020) kedua ABK berinisial ES dan Ha tersebut berasal dari kapal ikan milik Xianggang Xinhai Shipping Co. Ltd.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Ha mengalami sakit hernia dan ES mengalami kecelakaan kerja, mereka dipindahkan ke kapal Chad 3 milik perusahaan Pakistan di sekitar perairan Somalia.

Saat tiba di Pelabuhan Karachi Pakistan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Karachi telah menghubungi kedua awak kapal WNI tersebut.

“Dokter telah memeriksa kondisi keduanya di atas kapal, sementara KJRI berkoordinasi dengan otoritas setempat agar keduanya dapat turun ke darat melalui mekanisme visa on arrival mengingat Pakistan saat ini masih dalam status lockdown,” terang Kemenlu.

Pada Jumat (22/5/2020), kondisi ES mengkhawatirkan dan pejabat fungsi konsuler KJRI Karachi berkoordinasi dengan otoritas setempat segera menjemput dan membawa yang bersankutan ke rumah sakit setempat. Namun, pada 22 Mei 2020 sekitar pukul 22.00 waktu setempat, ES dinyatakan meninggal dunia di RS Zaenuddin Karachi.

Kemenlu RI langsung menghubungi keluarga ES di Indonesia dan menyampaikan belasungkawa serta penjelasaan dan rencana lanjut sehubungan proses pemulangan jenazah.

Ha dan ES diberangkatkan oleh PT MTB yang dua pimpinannya telah ditetapkan Polda Jateng sebagai tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang yang menimpa almarhum H yang jenazahnya dilarung di perairan Somalia. PT MTB tidak memiliki izin penempatan awak kapal baik dari Kemenhub maupun Kemenaker.

Kemenlu, KJRI Karachi, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Polri dan kementerian/lembaga terkait akan menangani pemulangan jenazah ES sesuai permintaan keluarga, pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan almarhum dan penyelidikan lebih lanjut kasus ini. (AT Network)

Tags: ABK IndonesiaHuman RightsHuman Rights in Southeast AsiaKapal ChinaKemenlu RIPerbudakanXianggang Xinhai Shipping Co. Ltd
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.