• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

India Dilanda Gelombang Panas Disaat Hadapi Covid-19 dan Serangan Belalang

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
India Dilanda Gelombang Panas Disaat Hadapi Covid-19 dan Serangan Belalang

Cuaca panas di wilayah Churu di negara bagian Rajasthan, India. Ist

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Negeri India dilanda gelombang panas disaat negara tersebut tengah menghadapi penyebaran virus corona (covid-19) dan juga serangan hama belalang. Selasa kemarin, temperatur udara di New Delhi sempat mencapai 47,6 derajat Celcius.

Wilayah Churu di negara bagian Rajasthan mencetak rekor tertinggi temperatur di India sejauh ini, yakni 50 derajat Celcius.

Otoritas India memperingatkan warga India untuk tetap berada di dalam ruangan selama mungkin. Temperatur saat ini disebut-sebut sebagai yang terpanas di India dalam beberapa dekade terakhir.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Situs pemantau cuaca global El Dorado melaporkan bahwa India dan area sekitarnya merupakan wilayah terpanas di muka Bumi pada Selasa 26 Mei.

Badan Meteorologi India mengatakan kepada media lokal bahwa sebagian penyebab gelombang panas adalah Siklon Amphan. Badai tersebut telah melanda beberapa bagian timur India dan Bangladesh pekan kemarin.

“Siklon Super Amphan telah menyedot semua kelembaban dari beberapa wilayah di India,” kata Kuldeep Shrivastava, kepala pusat prakiraan cuaca India kepada surat kabar Hindustan Times, dilansir dari BBC, Rabu (27/5/2020),

Sejumlah gelombang panas di India dalam beberapa tahun terakhir telah menewaskan banyak orang. Untuk gelombang panas tahun ini, otoritas India belum dapat menunjukkan datanya.

Dikhawatirkan gelombang panas saat ini akan menimbulkan korban jiwa, karena banyak pekerja migran yang tengah meninggalkan kota-kota besar menuju kampung halaman mereka. Banyak dari mereka berjalan tanpa membawa cukup makanan dan minuman.

Sementara itu, serangan hama belalang juga menjadi masalah lain di India. Datangnya gelombang panas dipastikan berdampak buruk dalam upaya memerangi serangan belalang, terutama di negara bagian Rajasthan. (ATN)

Tags: Climate ChangeClimate EmergencyCOVID-19Gelombang PanasIndia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.