• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Kembangkan Kandidat Suplemen Anti Covid-19 dari Jus Jambu

by Redaksi Asiatoday
June 5, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Kembangkan Kandidat Suplemen Anti Covid-19 dari Jus Jambu

Jambu merah. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan suplemen jus jambu merah untuk meningkatakan daya tahan tubuh.

Jus jambu ini diproses menggunakan teknik fermentasi dan berpotensi menjadi kandidat suplemen yang dapat membantu tubuh melawan virus corona (covid-19).

Menurut Peneliti LIPI, Yati Maryati, keunggulan dari jus jambu merah biasa dengan yang ia kembangkan ini terletak pada teknik pembuatannya, yakni teknik fermentasi. Senyawa-senyawa yang ada di dalam jambu merah memiliki kandungan seperti flavonoid yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Kemudian ditambah dengan pengelolaan teknik fermentasi akan menghasilkan asam-asam organik, esensial yang bisa meningkatkan manafaat jus jambu merah sebagai imunimodulator.

“Hasil fermentasi ini mempunyai efek atau meningkatakan sistem imun, dari senyawa-senyawa yang dihasilkan,” kata Yati melalui siaran Riset Kimia dan Fisika LIPI Cegah Covid-19, Kamis (4/6/2020).

Yati menjelaskan, dalam teknik fermentasi ini menggunakan fermentasi probiotik dengan Scoby ataupun bakteri asam laktat. Probiotik sendiri mempunyai fungsi untuk meningkatkan sistem imun.

“Produk akhir fermantasi yang dihasilkan bisa berupa asam esensial, asam-asam organik, vitamin, polifenol. Antioksidan, flavonoid, ini dapat meningkatkan sistem imun,” jelasnya.

Inovasi ini kata dia, bisa menjadi salah satu kandidat suplemen pencegahan virus corona dengan meningkatakan imunitas tubuh, selama belum ditemukan obat maupun vaksin dari virus ini.

Saat ini penelitian suplemen jambu biji dengan teknik fermentasi terus dikembangkan dan membuka peluang untuk melakukan uji in vitro dan in vivo.

“Ini masih kita analisa, ada peluang kerja sama uji in vitro dan in vivo, dan harapannya sampai ke uji klinis,” tandasnya. (ATN)

Tags: COVID-19Jambu MerahLIPI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.