• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Google Ungkap Peretas China dan Iran Incar Tim Kampanye Trump dan Biden

by Redaksi Asiatoday
June 5, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Valuasi Alphabet Inc Tembus USD1 Triliun 

Google. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Google mengungkap eksistensi para peretas China yang mengincar akun email pribadi anggota staf kampanye mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Joseph Biden, sedangkan peretas Iran menargetkan tim kampanye Presiden Trump.

Kepala Analisis Google, Shane Huntley mengatakan belum ada bukti bahwa peretas China telah menembus tim kampanye Biden. Huntle bertugas mengawasi pelacakan peretasan canggih atas sponsor negara.

Serangan itu tampaknya berupa phishing konvensional, mirip dengan pelanggaran Rusia terhadap email pribadi John D. Podesta pada 2016 saat dia menjadi ketua kampanye Hillary Clinton.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Akan tetapi, pengumuman Google itu menggarisbawahi fakta bahwa selama pemilihan presiden 2020, peretas Rusia yang menggabungkan peretasan dan disinformasi dalam siklus pemilihan presiden terakhir, tidak sendirian.

Bahkan, sebelum pengumuman Google yang diposting di Twitter, pakar keamanan memperingatkan bahwa peretas Rusia bergabung dengan mereka yang berasal dari musuh Amerika Serikat lainnya.

“Tim kampanye Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mengetahui laporan dari Google bahwa aktor asing telah melakukan upaya untuk mengakses akun email pribadi staf kampanye. Akan tetapi upaya itu bisa digagalkan,” demikian dikutip CNN, Jumat (5/6/2020).

Dia mengatakan sudah mengetahui sejak awal kampanye bahwa pihaknya akan menjadi sasaran serangan semacam itu sehingga sudah bersiap.

Tim Biden menganggap serius keamanan siber dan akan tetap waspada terhadap ancaman-ancaman tersebut serta memastikan bahwa aset kampanye dijamin aman.

Motivasi untuk upaya semacam itu bisa beragam. China selama ini memiliki aset spionase besar yang ditujukan pada pemerintahan Trump dan bagian lain dari pemerintah Amerika Serikat. (ATN)

Tags: ChinaDonald TrumpGoogleIranJoseph BidenRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.