• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pertama Kalinya, Taman Makam Umat Islam akan Dibuka di Italia

by Redaksi Asiatoday
June 7, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pertama Kalinya, Taman Makam Umat Islam akan Dibuka di Italia

Ruang hijau di Tragliatella, Roma, Italia. Ist

ASIATODAY.ID, ROMA – Taman pemakaman umat Islam pertama di Italia akan segera dibuka di ruang hijau di Tragliatella, beberapa kilometer utara Roma.

Taman pemakaman yang akan dibangun di atas lahan seluas 400 hektare di dekat perbatasan antara Fiumicino, dekat dengan bandara internasional dan kota Bracciano itu, akan menjadi taman pemakaman pertama yang didedikasikan untuk umat Islam di negara di mana Islam adalah agama terbesar kedua.

Presiden Asosiasi Komunitas Dhuumcatu Bengali di Roma, Bachcu Dhuumcatu mengatakan bahwa kuburan itu dapat menampung hingga 16.000 plot.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kami akan menyebutnya ‘Taman ,” katanya kepada surat kabar Italia La Repubblica, dikutip Sabtu (6/6/2020).

“Pemakaman itu akan memungkinkan Muslim generasi kedua dan ketiga yang tinggal di Italia untuk menghindari melalui apa yang kita paksa, menghadapi situasi yang menjadi lebih sulit dengan pandemi virus corona,” sambungnya.

Tempat pemakaman yang diusulkan bernilai €7 juta (USD7,8 juta) dan belum dapat dibeli. Namun, seorang arsitek sudah menyiapkan cetak biru untuk proyek tersebut, yang menampilkan pohon-pohon palem, air mancur dan obelisk di tengah-tengah tempat pemakaman yang tenang.

Sebuah sekolah Qur`anic, pusat olahraga dan ruang untuk penyembelihan halal juga telah diusulkan untuk tempat tersebut. Namun, menemukan lokasi yang cocok untuk pemakaman Islam jauh dari mudah.

“Pada awalnya kami melakukan pembicaraan intensif dengan Dewan Kota Roma, tetapi kami tidak dapat menemukan (kesepakatan) tentang kemungkinan lokasi,” terang Dhuumcatu.

Municipal Cimitero Roma adalah salah satu dari hanya 58 kuburan di Italia yang tersedia untuk penguburan Islam. Namun, itu terlalu kecil untuk memenuhi permintaan dan semua ruangnya penuh.

Jika proyek Tragliatella mendapat lampu hijau, kuburan Islam yang baru akan memberikan solusi untuk wilayah Italia tengah, rumah bagi sejumlah besar umat Islam.

“Kami telah mencari tempat di Guidonia, kota besar lain tidak jauh dari Roma. Tetapi bahkan di sana kami tidak dapat menemukan tempat yang cocok untuk pemakaman kami,” kata Dhuumcatu.

“Kami akhirnya datang ke opsi Tragliatella beberapa bulan yang lalu. Kami akan memulai pembicaraan dengan pihak berwenang Fiumicino, tetapi keadaan darurat coronavirus dimulai dan diskusi harus dihentikan,” tambahnya.

Di bawah hukum Italia, tanah tersebut harus dibeli oleh komunitas Islam dan kemudian disumbangkan ke kotamadya Fiumicino sebagai bagian dari perjanjian yang memungkinkannya diubah menjadi kuburan.

“Jika kita berhasil, kita akhirnya bisa dimakamkan menghadap Mekah dan dengan peti mati yang dibawa oleh delapan orang – semua hal yang tidak selalu dijamin kepada kita sejauh ini,” kata Dhuumcatu.

Hanya 58 dari 8.000 kota di Italia yang memiliki ruang khusus kuburuan untuk Muslim. Meski begitu, masih sangat terbatas dan tidak mampu memenuhi permintaan pada paruh pertama tahun 2020 di tengah pandemi virus corona. Hasilnya adalah kekurangan tempat pemakaman Muslim.

Asosiasi Bengali Roma, dengan sekitar 35.000 anggota, telah mengajukan permohonan untuk crowdfunding dari semua 2,6 juta Muslim yang tinggal di Italia karena ingin kuburan terbuka untuk semua bangsa.

“Sumbangan pertama akan datang. Kami akan membuatnya,” jelas Dhuumcatu.

Namun, partai Liga sayap kanan Italia telah menyuarakan penentangannya terhadap proyek Tragliatella.

“Muslim mencoba menggunakan kuburan untuk membangun kebiasaan mereka di daerah tanpa berkonsultasi dengan penduduk setempat. Kami menentang ini,” kata Senator William De Vecchis.

Antonio Decaro, walikota Bari dan presiden Asosiasi Nasional Komune Italia, mengatakan kepada Arab News: “Saya sepenuhnya memahami daya tarik pemakaman bagi warga Muslim. Saya pikir waktunya telah tiba untuk menemukan solusi.” (ATN)

Tags: Asia EropaItaliaPemakaman IslamRoma
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.