• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 21, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

10 Perusahaan Indonesia Masuk Deretan ASEAN Asset Class

by Redaksi Asiatoday
June 9, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Setelah 42 Tahun, Pasar Modal Indonesia Tumbuh 2.600 Kali

Bursa Efek Indonesia (BEI). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Berdasarkan hasil penilaian dari ASEAN Corporate Governance Scorecard, 10 korporasi dari Indonesia masuk ke dalam kategori Asean Asset Class.

Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS) melakukan penilaian terhadap 100 perusahaan tercatat atau publicly listed companies (PLCs) dengan kapitalisasi pasar paling besar di setiap negara.

Menurut Angela Simatupang, Head of Consulting RSM Indonesia, ACGS dibuat untuk mendukung upaya meningkatkan kepercayaan investor atas kualitas perusahaan di kawasan ASEAN. Hasil penilaian ASEAN Asset Class 2019 berasal dari tahun buku yang berakhir pada 2018.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“Terdapat 10 perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam daftar ASEAN Asset Class dengan nilai 97,5 keatas dan terdapat peningkatan sebesar 25 persen jika dibandingkan pada 2017 yaitu sebanyak 8 perusahaan tercatat,” jelas dia melalui keterangan tertulisnya, Selasa (9/6/2020).

Tiga perusahaan Indonesia yang mendapat skor ACGS tertinggi dalam daftar ASEAN Asset Class yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Selanjutnya, 7 emiten lain dalam daftar tersebut yakni PT Antam Tbk. (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Permata Tbk. (BNLI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT Maybank Indonesia Tbk. (BNII).

Angela menjelaskan, terdapat 3 emiten asal Indonesia yang mengalami peningkatan skor signifikan untuk ACGS 2019 dibandingkan dengan penilaian periode 2017.

“Pencapaian itu berkat upaya perseroan dalam penerapan dan pengungkapan penerapan praktik tata kelola,” imbuhnya.

Adapun, perusahaan di luar daftar ASEAN Asset Class yang mampu meningkatkan skor secara signifikan yakni Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) naik 20,73 persen dengan skor 74,04, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 20,68 persen dengan skor 83,36 dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) naik 19,06 persen dengan skor 65,03.

Dia menuturkan hasil penilaian menunjukkan tingkat praktik tata kelola yang baik dan pengungkapan sangat dipengaruhi oleh sikap dari manajemen puncak perusahaan daripada ukuran perusahaan. Selain itu, ketersediaan peraturan yang lebih ketat juga berperan signifikan dalam penerapan praktik tata kelola yang.

Angela menguraikan, 3 aspek perbaikan umum yang ditemui dari perusahaan tercatat yang dinilai untuk periode 2019 yakni ketepatan waktu publikasi laporan tahunan, adanya pernyataan kepatuhan terhadap ketentuan tata kelola dalam laporan tahunan, serta adanya pengungkapan terhadap pelaksanaan hasil review dan pemantauan implementasi strategi perusahaan oleh manajemen.

“Dari 100 perusahaan Indonesia dengan kapitalisasi terbesar yang dinilai, skor ACGS 2019 terendah ada di 37,58 dan nilai rata-rata negara ada di 70,80. Sementara itu, nilai tertinggi di penilaian ACGS tahun 2019 adalah 113,84,” paparnya.

Hasil penilaian ACGS 2019 juga menunjukkan adanya korelasi antara nilai kapitalisasi pasar terhadap skor. Artinya, kapitalisasi pasar yang besar tidak selaras dengan nilai yang lebih tinggi dalam penilaian pengungkapan.

“Dari sisi sektor industri, sektor keuangan (perbankan) memiliki nilai rata-rata tertinggi sedangkan sektor consumer goods dan properti memiliki nilai rata-rata yang cukup rendah di bawah 65,” jelasnya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan sangat mendukung pelaksanaan ACGS. Pihaknya juga mendukung rangkaian rencana kerja sama yang akan dilaksanakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RSM, dan ADB kepada perusahaan tercatat.

“Hal ini dilakukan agar dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan tercatat di Indonesia sehingga skalanya meningkat setara dengan kualitas PLCs di ASEAN dan ke depannya di kancah internasional,” ujarnya.

Nyoman memandang, penerapan good corporate governance disertai pengungkapan informasi yang baik dapat memberikan investor informasi yang komprehensif dari perusahaan tercatat.

“Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor lokal dan global untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia,” imbuhnya. (AT Network)

Tags: ASEAN Asset ClassASEAN Corporate Governance ScorecardBursa Efek Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution
  • UNHCR Commends Indonesia’s Commitment to Protecting Refugees
  • Putin Calls for National Currency Settlements at Asian Leaders’ Summit
  • Jakarta Breaks Into World’s Top 53 Cities of 2026, Outranking Washington DC and Abu Dhabi
  • MSCI Flags Transparency Concerns, Indonesia Races to Reinforce Investor Confidence
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.