• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Sambut New Normal, ZINC Optimis Harga Komoditas Membaik

by Redaksi Asiatoday
June 11, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sambut New Normal, ZINC Optimis Harga Komoditas Membaik

Proses Produksi Ore ZINC. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), Emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (base metal) di Indonesia, menyambut baik skenario new normal atau tatanan hidup baru yang diusung pemerintah.

Memasuki bulan Juni, Pemerintah
Indonesia dan negara-negara di dunia
bersiap untuk memasuki new normal yang ditandai dengan pemberlakuan
pelonggaran lockdown.

Bersamaan dengan keputusan itu, ZINC juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk menyesuaikan operasional dengan skenario new normal tersebut.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Direktur ZINC Hendra Susanto William pelonggaran lockdown
menuju skenario new normal yang
diberlakukan hampir seluruh negara di
dunia termasuk Indonesia akan berdampak positif pada harga logam dasar termasuk komoditas seng (Zn) dan timbal (Pb).

Harga komoditas seng (Zn) dan timbal (Pb) serta logam dasar lainnya mengalami penurunan dikarenakan
pandemi penyakit virus corona (Covid-19), pemberlakuan lockdown sebagai Langkah pencegahan berpengaruh terhadap permintaan dan kebutuhan logam dasar.

“Pelonggaran diharapkan akan
mengembalikan permintaan dan
kebutuhan logam dasar sehingga harga
logam dasar termasuk komoditas seng
(Zn) dan timbal (Pb) ikut terangkat,” kata Hendra dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).

Hendra melanjutkan bahwa dengan
adanya pemberlakukan pelonggaran
lockdown juga diharapkan akan
mempermudah lalu lintas orang dan
barang, sekaligus menggerakkan kembali ekosistem bisnis.

“Sebelumnya saat pemberlakuan lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, lalu lintas orang dan barang sedikit terhambat. Seperti kedatangan
tenaga ahli asing yang bertanggung jawab dalam proyek smelter milik ZINC dan distribusi hasil tambang kami. Diharapkan pelonggaran ini akan mempermudah lalu lintas orang dan barang, dengan begitu proyek ZINC yang tertunda selama pandemi dapat dikejar,” imbuhnya.

Terkait langkah-langkah penyesuaian
operasional dengan skenario New Normal Hendra menambahkan, dalam enghadapi new normal, ZINC akan terus menerapkan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah dilakukan beberapa bulan terakhir di lokasi pertambangan dan perkantoran.

“Saat memasuki daerah tambang dan semua area kerja, pegawai diwajibkan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengikuti jam kerja yang diatur oleh manajemen,” terangnya.

Sebagai catatan, pada tahun 2019 ZINC
mencatatkan penjualan sebesar Rp885,1 miliar atau meningkat 17,3 persen dari Rp754,5 miliar pada tahun sebelumnya, sementara laba bersih ZINC meningkat 62,3 persen menjadi Rp178,8 miliar.

Selain itu, ZINC juga turut serta
menunjukkan kepedulian dan dukungan
terhadap penanggulangan pandemi Covid-19.

Sejak mewabah di Indonesia, ZINC telah menyumbangkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat dan perlengkapan medis seperti masker dan hand sanitizer ke lebih dari 10 Rumah
Sakit yang tersebar di Jabodetabek dan
Kalimantan. Selain menyumbangkan APD dan perlengkapan medis.

ZINC juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di sekitar Jakarta dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

“Sumbangan yang disalurkan sebagian
besar berasal dari donasi yang
dikumpulkan oleh manajemen ZINC dan bila dirupiahkan, nominal sumbangan tersebut mencapai lebih dari Rp566 juta, bantuan ini merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab perusahaan untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam memerangi Covid-19,” jelas Hendra.

Hingga saat ini, ZINC telah menyumbangkan lebih dari
10.250 buah masker, 980 buah baju
hazmat, dan 155 jerigen hand sanitizer.

“Ke depan, kami berharap situasi dapat cepat kembali normal dan ZINC dapat terus berkontribusi terhadap masyarakat,” tutup Hendra. (AT Network)

Tags: Kapuas Prima CoalTambang IndonesiaZINC
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.