• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cambridge: Jika Semua Orang Pakai Masker, Covid-19 tak Berdaya

by Redaksi Asiatoday
June 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jepang Perpanjang Masa Darurat Covid-19

Mobilitas sosial di Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil penelitian para ilmuwan di Universitas Cambridge dan Greenwich di Inggris ditemukan bahwa, penggunaan masker wajah oleh seluruh populasi dunia dapat menekan penularan Covid-19.

Hal itu bisa terjadi lebih dari sekadar mencegah gelombang pandemi lanjutan jika dikombinasikan dengan penguncian atau isolasi.

Penelitian yang dipimpin para ilmuwan di Universitas Cambridge dan Greenwich di Inggris, menunjukkan bahwa penguncian saja tidak akan menghentikan kebangkitan virus SARS-CoV-2 yang baru.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Penggunaan masker buatan sendiri sekalipun dapat secara dramatis mengurangi tingkat penularan jika banyak orang memakainya di tempat umum.

“Analisa kami mendukung untuk menggunakan masker wajah segera dan berlaku untuk seluruh populasi dunia,” kata Richard Stutt, yang ikut memimpin penelitian di Cambridge, melansir Huffpost.com, Kamis (11/6/2020).

Menurut Stutt, temuan menunjukkan jika penggunaan masker yang luas, dikombinasikan dengan jarak sosial dan beberapa tindakan penguncian, bisa menjadi “cara yang dapat diterima untuk mengelola pandemi dan membuka kembali kegiatan ekonomi” jauh sebelum tersedianya vaksin yang efektif melawan Covid-19.

Temuan studi tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah “Proceedings of the Royal Society A”.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Jumat lalu memperbarui rekomendasinya kepada pemerintah seluruh dunia agar semua orang memakai masker wajah di tempat umum untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Dalam penelitiannya, para peneliti mengaitkan dinamika penyebaran di antara orang dengan tingkat populasi tertentu. WHO menilai efek pada tingkat reproduksi penyakit dengan skenario memakai masker wajah yang dikombinasikan dengan periode penguncian.

Nilai R menunjukkan jumlah rata-rata orang yang akan ditularkan oleh satu orang yang terinfeksi penyakit. Nilai R di atas 1 dapat menyebabkan pertumbuhan eksponensial. (ATN)

Tags: Cambridge InternationalCoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.