• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ilmuwan Italia: Covid-19 Kian Melemah dan Bisa Mati Tanpa Vaksin

by Redaksi Asiatoday
June 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jerman Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Manusia dalam Jumlah Besar

Vaksin coronavirus (covid-19). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Professor Spesialist penyakit menular dari Santa Maria Misericordia University Hospital Italia, Matteo Bassetti mengungkapkan pandemi coronavirus (Covid-19) yang melanda seluruh dunia saat ini bisa berakhir dengan sendirinya, tanpa membutuhkan vaksin apa pun.

Melansir Metro UK, Senin (22/6/2020) Matteo Bassetti, mengklaim bahwa virus corona telah berubah dari ‘harimau agresif’ menjadi ‘kucing liar’.

Dikatakan, masyarakat mungkin tidak akan memerlukan vaksin virus karena nantinya virus itu akan mati dengan sendirinya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Rasanya seperti harimau yang agresif pada Maret dan April lalu, tapi sekarang seperti seekor kucing liar,” katanya.

Ia melanjutkan, pasien berusia tua dengan rentang 60 hingga 80 tahun sekarang ini bahkan dapat duduk di tempat tidur mereka dan tanpa bantuan alat pernapasan. Pasien yang sama akan meninggal dalam dua atau tiga hari pada bulan-bulan sebelumnya.

Menurutnya, virus corona baru berubah dalam tingkat keparahan selama empat minggu terakhir, dan virus itu berubah menjadi lebih lemah.

Ada beberapa penjelasan yang mungkin dalam konteks ini, termasuk upaya lockdown yang menyebabkan orang terpapar dengan dosis yang lebih kecil.

Namun demikian, sejumlah ilmuwan lain dengan tegas membantah apa yang disampaikan oleh Bassetti.

Angela Rasmussen dari Columbia University mengatakan bahwa tidak ada bukti apa pun yang mengungkap virus corona telah kehilangan potensi berbahayanya.

Oscar MacLean dari University of Glasgow menambahkan bahwa membuat klaim ini berdasarkan pengamatan anekdotal dari tes swab sangatlah berbahaya.

Dia melanjutkan walaupun pelemahan virus melalui mutasi secara teori sangat memungkinkan, tetapi itu bukan sesuatu yang bisa dijadikan harapan. Setiap klaim yang bersifat demikian memerlukan verifikasi dengan cara yang sistematis.

“Tanpa bukti yang jauh lebih kuat, tidak seorang pun seharusnya meremahkan bahaya yang ditimbulakn oleh virus yang sangat ganas ini, dan berisiko terhadap respons masyarakat yang sedang mengalami pandemi,” katanya. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19Vaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.