• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Militer Amerika dan Jepang Latihan Bersama di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Militer Amerika dan Jepang Latihan Bersama di Laut China Selatan

Kapal perang milik Amerika Serikat, USS Gabrielle Giffords menggelar latihan bersama dengan dua kapal angkatan laut Jepang, JS Kashima dan JS Shimayuki, di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Situasi di Laut China Selatan kembali menjadi perhatian.

Kapal perang Amerika Serikat, USS Gabrielle Giffords menggelar latihan bersama dengan dua kapal angkatan laut Jepang, JS Kashima dan JS Shimayuki, di Laut China Selatan pada Selasa (23/6/2020).

Komando Militer Amerika Serikat di Pasifik (USPACOM) mengatakan latihan itu digelar untuk “menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam operasi bersama” antara dua negara bersekutu itu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kesempatan untuk beroperasi bersama dengan mitra dan sekutu kami di laut sangat penting untuk meningkatkan kesiapan dan kemitraan kami,” kata Komanan Expeditionary Strike Group (ESG) 7 USPACOM, Laksamana Muda Fred Kacher, melalui pernyataan yang dirilis situs USPACOM.

Menurut Kacher, latihan ini penting untuk memelihara kawasan Indo-Pasifik, termasuk Laut China Selatan, “yang bebas dan terbuka”.

Latihan ini berlangsung ketika situasi di Laut China Selatan sedang bergejolak lagi terutama setelah China kian mempertegas klaimnya atas 90 persen wilayah perairan itu.

China terus mengerahkan kapal-kapal ikannya dan kapal penjaga pantai ke Laut China Selatan. Pengerahan ini bahkan sempat menimbulkan friksi antara China-Malaysia dan China-Indonesia di awal tahun.

Yang terbaru, kapal China sempat menyerang dan menenggelamkan kapal ikan Vietnam di Laut China Selatan, tepatnya di dekat zona ekonomi eksklusif Vietnam yang juga diklaim China.

Walaupun klaim historis China telah dimentahkan putusan arbitrase pada 2016, namun China terus saja melakukan pembangunan dan memiliterisasi 27 fitur di Kepulauan Spartly dan Paracel di Laut China Selatan.

Sementara Amerika Serikat, walau bukan negara bersengketa di Laut China Selatan, namun Amerika mendukung negara-negara di kawasan untuk menolak klaim China tersebut.

AS selama ini berupaya menjaga agar Laut China Selatan yang menjadi jalur perdagangan internasional, menjadi perairan internasional yang bebas dilalui setiap negara.

AS secara konsisten kerap melakukan patroli laut dan kebebasan bernavigasi di perairan tersebut untuk menentang klaim China.

Pergerakan kapal-kapal AS di Laut China Selatan tak jarang membuat geram Beijing. China menegaskan setiap kapal militer asing harus meminta izin mereka untuk berlayar di perairan tersebut.

Sementara itu, Jepang yang juga bukan negara yang memiliki klaim wilayah di Laut China Selatan, terus meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di perairan itu dalam beberapa tahun terakhir.

Stabilitas dan Keamanan Laut China Selatan menjadi salah satu prioritas dalam buku putih pertahanan Jepang yang rilis September 2019 lalu. (ATN)

Tags: Amerika SerikatLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.