• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

India Blokir 59 Aplikasi China, ini Daftarnya

by Redaksi Asiatoday
July 1, 2020
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
PM India Bertekad Lindungi Negerinya dari Invasi China

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah India memblokir layanan video pendek TikTok milik ByteDance Ltd. dan 58 aplikasi China lainnya karena dinilai mengancam kedaulatan dan keamanan nasional.

Moratorium itu diumumkan beberapa hari setelah meningkatnya ketegangan di perbatasan Himalaya yang menewaskan 20 tentara India. Layanan yang diblokir termasuk e-commerce raksasa UC Group Alibaba Group Holding Ltd., WeChat dan Baidu Inc. dan platform terjemahan Tencent Holdings Ltd.

Langkah ini menandai upaya lain dari India untuk mengurangi ketergantungan pada produk-produk negara tetangganya itu dan menghambat upaya perusahaan-perusahaan terbesar China untuk melakukan ekspansi di luar perbatasan mereka sendiri.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menanggapi kebijakan itu, TikTok merespons dengan mengatakan ingin bekerja dengan pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi untuk meningkatkan keamanan bagi ratusan juta pengguna domestiknya.

“Membangun tim manajemen lokal yang diberdayakan di negara-negara tempat TikTok beroperasi, termasuk India, sangat penting bagi keberhasilan global kami,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Selasa (30/6/2020).

Bagi ByteDance yang menganggap India sebagai pasar terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna TikTok, langkah ini adalah sebuah pukulan. ByteDance menghadapi larangan singkat di India tahun lalu dan sedang diawasi di Eropa. Perusahaan ini juga menghadapi kecurigaan dari pembuat kebijakan AS mengenai apakah aplikasi itu membahayakan keamanan nasional.

Larangan itu berpotensi meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di Asia itu. Ketika konflik di perbatasan yang telah membara selama hampir dua bulan memburuk, pejabat bea cukai mulai menghentikan izin pengiriman industri yang datang dari China di pelabuhan dan bandara utama India.

Namun, tidak jelas bagaimana larangan akan diterapkan karena sebagian besar aplikasi ini sudah ada di ponsel pengguna. Pemerintah mungkin perlu memblokir server aplikasi dan mencegah pengguna baru mengunduhnya.

Associate Director dengan Counterpoint Technology Tarun Pathak mengatakan satu dari tiga pengguna smartphone di India akan terkena dampak larangan ini. Sementara itu, keputusan pemerintah untuk melarang aplikasi mulai mendapat dukungan di media sosial.

“Sudah waktunya untuk mengambil beberapa keputusan sulit untuk keluar dari cengkeraman dunia maya China,” kata Nirmal Jain, ketua konglomerat jasa keuangan IIFL Group.

Sementara pelarangan produk dan perangkat keras buatan China lain merupakan tantangan di India, mulai dari konten game dan berita hingga streaming musik dan ritel online.

India dengan setengah miliar pengguna internetnya adalah pasar bagi perusahaan teknologi global dari AS hingga China. Ratusan juta pengguna internet pertama di India menggunakan perangkat dari China untuk mengakses jaringan.

“Beberapa aplikasi China ini tidak hanya untuk perdagangan tetapi telah sangat mengakar dalam tatanan sosial kehidupan kita. Dalam konteks saat ini, mereka dapat dipandang sebagai ancaman bagi keamanan nasional kita,” kata Anil Kumar, kepala eksekutif peneliti teknologi RedSeer Consulting.

Mengutip Hindustan Times, ini daftar 59 aplikasi yang diblokir pemerintah India: 

TikTok, Shareit, Kwai

UC Browser, Baidu map

Shein, Clash of Kings

DU battery saver, Helo

Likee, YouCam makeup, QQ Newsfeed

Mi Community, CM Browsers

Virus Cleaner, APUS Browser

ROMWE, Club Factory, Newsdog

Beauty Plus, WeChat, UC News,

QQ Mail, Weibo, Xender, QQ Music

Bigo Live, SelfieCity, Mail Master

Parallel Space, Mi Video Call – Xiaomi

WeSync, ES File Explorer

Viva Video – QU Video Inc

Meitu, Vigo Video, New Video Status

DU Recorder, Vault- Hide

Cache Cleaner DU App studio

DU Cleaner, DU Browser

Hago Play With New Friends

Cam Scanner, Clean Master – Cheetah Mobile

Wonder Camera, Photo Wonder

QQ Player, We Meet, Sweet Selfie

Baidu Translate, Vmate, QQ International

QQ Security Center, QQ Launcher

U Video, V fly Status Video

Mobile Legends, DU Privacy
(ATN)

Tags: ChinaChina-IndiaIndia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.