• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bencana Longsor di Myanmar, 113 Penambang Giok Tewas

by Redaksi Asiatoday
July 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bencana Longsor di Myanmar, 113 Penambang Giok Tewas

Tim evakuasi di lokasi longsor di Myanmar. Ist

ASIATODAY.ID, YANGON – Sedikitnya 113 penambang batu giok di Myanmar tewas tertimbun longsor pada Kamis (2/7/2020).

Hujan di saat angin muson memperburuk kondisi yang sudah mematikan. Puluhan orang meninggal setiap tahun saat bekerja di industri batu giok yang sangat menguntungkan, tetapi tidak disertai dengan regulasi yang baik.

Para pemilik tambang umumnya menggunakan pekerja migran bergaji rendah untuk mengikis permata yang sangat didambakan di China.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Tanah longsor melanda Kamis pagi di dekat perbatasan Myanmar dan China di negara bagian Kachin setelah hujan lebat,” kata Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar di Facebook.

“Para penambang giok dihantam oleh banjir lumpur. Proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung,” ujar pernyataan itu, dikutip AFP, Kamis (2/7/2020).

Para pekerja sedang mencari batu permata yang berharga di daerah pegunungan yang tajam di Kota Hpakant, di mana alur-alur dari penggalian sebelumnya yang telah membuat tanah semakin rawan.

Foto yang diposting di halaman Facebook menunjukkan tim pencarian dan penyelamatan mengarungi lembah yang tampaknya dibanjiri oleh tanah longsor.

Tambang batu giok terbuka telah menandai area terpencil Hpakant dan membuat permukaan tanah seperti halnya dataran bulan. Tanah longsor yang fatal di daerah itu biasa terjadi, dan para korban seringkali berasal dari komunitas etnis miskin yang mencari sisa-sisa yang ditinggalkan oleh perusahaan besar.

Watchdog Global Witness memperkirakan bahwa industri ini bernilai sekitar USD31 miliar pada 2014, meskipun sangat sedikit yang mencapai kas negara.

Sumber daya alam Myanmar yang melimpah -,termasuk batu giok, kayu, emas, dan kuning,- membantu membiayai kedua sisi perang saudara selama puluhan tahun antara pemberontak etnis Kachin dan militer Myanmar.

Pertarungan untuk mengendalikan tambang dan pendapatan yang mereka bawa sering menjebak warga sipil setempat berada di tengah konflik. (ATN)

Tags: Bencana AlamMyanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.