• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Protes New Normal, Pekerja Bajaj di India Tuntut Pabrik Ditutup

by Redaksi Asiatoday
July 6, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Protes New Normal, Pekerja Bajaj di India Tuntut Pabrik Ditutup

Pekerja Bajaj Auto di India. Ist

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Kebijakan Pemerintah India menerapkan New Normal menuai protes keras.

Serikat pekerja Bajaj Auto di India menuntut penutupan sementara salah satu pabrik milik Bajaj Auto setelah 250 karyawan dinyatakan terpapar Covid-19.

Pada Maret, India sudah menutup total negaranya untuk memberantas penyebaran virus corona yang semakin memburuk. India kemudian melonggarkan kembali pembatasan tersebut meski penularan virus itu semakin melonjak.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pabrik Bajaj Auto yang terkena dampak ini terletak di bagian barat Maharashtra, negara bagian dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi. Perusahaan mengatakan hal itu dalam sepucuk surat kepada karyawan pada minggu ini, bahwa mereka yang tidak datang kerja tidak akan dibayar.

“Orang-orang takut datang kerja. Beberapa masih datang tetapi ada yang mengambil jatah cuti mereka,” kata Presiden Serikat Pekerja Bajaj, Thengade Bajirao melansir Reuters, Senin (6/7/2020).

Perusahaan mengatakan pada 26 Juni yang lalu, terdapat sekitar 140 dari total 8.000 staf di pabrik itu telah tertular virus dan dua dinyatakan meninggal dunia akibat virus itu.

Dikatakan oleh perusahaan, bahwa pekerjaan di sana tidak akan dihentikan karena perusahaan ingin belajar untuk hidup berdampingan dengan virus.

Seorang pejabat di distrik Aurangabad, yang mengawasi daerah Waluj di mana pabrik itu berada, mengatakan jumlah kasus sekarang telah meningkat menjadi lebih dari 250 yang semula hanya 140.

Kendati demikian, Bajaj Auto masih enggan berkomentar lebih mengenai penyebaran kasus virus corona di lingkungan kerjanya di India.

Pada Sabtu, India melaporkan bahwa jumlah infeksi lebih dari 22.000 kasus setiap hari, menjadikan total nasional lebih dari 640.000 kasus.

“Kami meminta perusahaan untuk menutup sementara pabrik selama 10-15 hari untuk memutus siklus tetapi mereka mengatakan tidak ada gunanya karena orang akan terus berkumpul untuk acara sosial di luar pekerjaan,” kata Bajirao dari serikat Bajaj.

“Untuk setiap karyawan yang dites positif, empat yang bekerja di dekat mereka harus dikarantina, sehingga mempengaruhi produktivitas,” katanya.

Dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 3,3 juta sepeda motor dan kendaraan lain, pabrik Waluj menyumbang lebih dari 50 persen volume produksi Bajaj di India.

“Jika seorang karyawan tetap absen di kantor atau pabrik karena alasan apa pun meskipun diminta oleh perusahaan maka gajinya akan dikurangi 100 persen selama periode tersebut,” kata Bajaj dalam suratnya kepada karyawan.

Para pekerja dan pemimpin serikat pekerja mengatakan, Bajaj telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan jarak sosial di lantai pabrik dan di kafetarianya, selain mengatur tempat duduk terpisah di bus-busnya dan menyediakan masker dan sanitizer untuk staf.

Kendati demikian, hal itu masih dirasa kurang cukup untuk pencegahan penularan virus corona di lingkungan kerja.

“Di jalur perakitan, banyak orang menyentuh mesin yang sama. Kami memakai sarung tangan tetapi masih terserang virus,” kata seorang pekerja yang berada di rumah sakit setelah dinyatakan positif Covid-19. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19India
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.