• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Amerika akan Blokir Aplikasi China, TikTok

by Redaksi Asiatoday
July 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pompeo: China Punya Sejarah Menginfeksi Dunia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyampaikan bahwa Amerika tengah menimbang kemungkinan memblokir aplikasi media sosial dari China, salah satunya aplikasi TikTok. 

“Saya tidak ingin mendahului Presiden Trump, tetapi itu salah satu yang sedang kami pertimbangkan,,” kata Pompeo, dikutip Reuters, Selasa (7/7/2020). 

Sejquh ini, belum diketahui apa penyebab wacana pemblokiran ini selain hubungan Amerika dan China yang tak harmonis.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sejak wabah Covid-19 meledak, hubungan China dan Amerika semakin tegang dalam berbagai hal mulai dari asal usul virus, masalah visa, masalah Laut China Selatan, hingga masalah Hong Kong. 

Presiden Amerika Donald Trump sendiri memiliki pengalaman tidak enak dengan TikTok. Pada Juni lalu, pengguna TikTok mengerjainya untuk membuat lokasi kampanye Trump di Tulsa sepi.

Mereka membuat imbaun di TikTok untuk membeli tiket kampanye dan kemudian meminta pembeli tidak hadir di acara pertama Trump sejak wabah Corona menyerang Amerika itu. 

Akibatnya, sebagian besar tribun di lokasi kampanye Trump kosong. Kurang lebih hanya 6200 orang yang hadir di kampanye itu. Padahal, Trump sudah gembar-gembor akan ada sejuta pendukungnya yang hadir di Tulsa. 

Jika langkah memblokir TikTok itu benar terjadi, maka langkah Amerika menjadi yang kedua setelah India.

Belum lama ini Perdana Menteri India Narendra Modi memblokir sejumlah aplikasi China, termasuk TikTok, usai insiden berdarah antara militer China dan India di lembah Galwan. Pada insiden itu, 20 tentara India tewas.

Di Hong Kong, malah TikTok yang memutuskan untuk menghentikan operasionalnya. Keputusan itu diambil usai menimbang dampak UU Keamanan Nasional Hong Kong. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaTikTok
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.