• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Banjir di China Naik ke Level Tertinggi Kedua

by Redaksi Asiatoday
July 12, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sichuan China Diterjang Banjir, 12 Tewas dan Ribuan Warga Dievakuasi

Bencana banjir di China. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di China kian meluas.

Pemerintah China pun meningkatkan kewaspadaan ke level tertinggi kedua untuk wilayah-wilayah di sepanjang Sungai Yangtze, Minggu (12/7/2020). Provinsi Jiangsu dan Jiangxi merupakan dua wilayah terparah dilanda musibah kali ini.

Melansir The Straits Times, banjir di wilayah Poyang di Jiangxi telah membuat ketinggian air di Danau Poyang — danau air tawar terbesar di China — meningkat di atas 22,52 meter. Angka tersebut jauh di atas level waspada, yakni 19,5 meter dari dasar danau.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Hingga Sabtu malam, otoritas Jiangxi telah mengerahkan ribuan prajurit untuk membantu mencegah meluapnya Danau Poyang.

China memiliki sistem respons darurat yang terdiri dari empat level. Level pertama merupakan yang tertinggi.

Mengutip data dari Kementerian Sumber Daya Air China, sebanyak 212 sungai telah melampaui level waspada sejak awal Juli. Sebanyak 19 dari total tersebut telah jauh melewati angka level waspada.

Negeri Tirai Bambu menyebut cuaca ekstrem sebagai penyebab turunnya hujan deras yang melanda sejumlah wilayah sejak Juni lalu. Kerugian material akibat musibah terkait hujan deras di China diperkirakan mencapai 60 miliar Yuan atau setara Rp172 triliun.

Dalam skala nasional, banjir di China sejak awal Juni telah membuat 78 orang dinyatakan tewas atau hilang. Banjir juga telah menghancurkan atau merusak lebih dari 100 ribu rumah.

Banjir musiman melanda China pada setiap tahunnya. Sejumlah pemerintah daerah di China berusaha memitigasi musibah musiman ini dengan membangun sejumlah bendungan.

Musibah banjir terburuk dalam beberapa tahun terakhir di China terjadi pada 1998. Kala itu, lebih dari 2.000 orang tewas dan hampir 3 juta rumah hancur diterjang banjir. (ATN)

Tags: BanjirBencana AlamBencana AsiaChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.