• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Covid-19 Merebak Lagi di Malaysia, Muncul 13 Klaster Baru

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Coronavirus, Malaysia Umumkan Lockdown

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin. Ist

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Wabah coronavirus (Covid-19) kembali merebak di negeri jiran Malaysia.

Pemerintah Malaysia kini tengah mempertimbangkan untuk kembali mengawasi dan membatasi pergerakan masyarakat.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan kebimbangannya atas peningkatan kasus positif Covid-19 dan kemunculan 13 klaster baru di negara tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Penambahan kasus terjadi sepanjang masa berlakunya Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) sejak 10 Juni 2020.

Muhyiddin mengemukakan hal itu dalam pidato khusus PKPP di Putrajaya, Senin (20/7/2020) yang disiarkan secara langsung televisi pemerintah.

Muhyiddin mengatakan walaupun kasus Covid-19 rendah, masyarakat tidak boleh terlena jika tak ingin Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) dilaksanakan kembali.

“Saya agak bimbang dengan kemunculan 13 klaster baru sepanjang tempo PKPP. Contohnya klaster Restoran Kuala Lumpur dari kalangan pekerja restoran yang dilaporkan sejak 6 Juli lalu dan klaster Stutong yang mulai sejak 18 Juli,” kata Muhyiddin, dilansir antara.

Presiden Bersatu Malaysia tersebut juga mengatakan, terdapat empat klaster baru yang ditemukan dari mereka yang pulang dari luar negeri yaitu klaster di Sarawak sebanyak tiga kasus, klaster di Melaka lima kasus, klaster di Terengganu tiga kasus dan klaster di Kuala Lumpur dua kasus.

Lebih membimbangkan kata dia, kasus positif Covid-19 kembali mencatatkan angka dua digit sejak beberapa hari lalu.

Muhyiddin tidak menolak kemungkinan bahwa pemerintah akan melaksanakan kembali PKP jika kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan.

“Situasi tersebut tidak boleh dianggap enteng oleh kita semua. Saya pasti kita tidak mau pemerintah kembali melaksanakan lockdown sekiranya kasus-kasus Covid-19 meningkat mendadak,” kata Muhyiddin.

Menurut Muhyiddin, cukuplah tiga bulan rakyat berkurung diri di rumah untuk memutuskan rantai Covid-19.

“Ekonomi negara kita terdampak serius, perniagaan mengalami kerugian dan banyak yang kehilangan pekerjaan. Sudah tentu kita tidak mau kembali hidup dalam keadaan lockdown seperti itu,” terang Muhyiddin.

Muhyiddin mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membuat peraturan mengenai penggunaan masker. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19Malaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.