ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia terus mencari formula untuk menyelamatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari dampak pandemi coronavirus (Covid-19).
Melalui inovasi DigiKu, pemerintah Indonesia bersama Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) menyiapkan layanan kredit secara digital bagi pelaku UMKM.
Layanan ini untuk mendorong UMKM agar memasuki ekosistem digital, melengkapi gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang telah diperkenalkan sebelumnya.
“Kami menyambut baik program Digital Kredit UMKM (DigiKu) yang merupakan kerjasama Himbara dengan ecommerce platform ini,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (21/7/2020).
DigiKu diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi dengan akses lebih luas dan dengan dokumentasi yang lebih mudah.
“Dengan adanya DigiKu ini harapannya dapat menciptakan good finance sehingga UMKM dapat mengakses kredit secara lebih mudah. Dan tentu kita berharap bahwa transaksi ecommerce akan semakin tinggi,” jelas Menko Airlangga.
Menurut Menko Airlangga, gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia telah menjadi bahan pembicaraan di kawasan ASEAN.
“Ketika kami mengikuti salah satu acara World Economic Forum (WEF), mereka mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Indonesia,” kata Airlangga.
Besarnya potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 mendatang juga menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Pasalnya potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun tersebut mencapai USD133 miliar. Sementara di tahun yang sama, realisasi potensi ekonomi digital ASEAN senilai USD 153 miliar.
“Ini artinya lebih dari 85 persen pasarnya ada di Indonesia,” pungkas Airlangga.
Menurut data WEF, 1 dari 4 pekerja ekonomi mengatakan bahwa sumber pendanaan yang paling penting adalah perbankan, bantuan pemerintah, dan pinjaman online. Selain itu, sebanyak 34 persen digital tools yang digunakan saat pandemi adalah ebanking.
DigiKu diharapkan dapat memberikan akses seluas-luasnya sehingga UMKM dapat kembali beroperasi dan menemukan permintaannya.
“Semoga DigiKu dapat digunakan Himbara untuk menjangkau masyarakat luas serta usaha dan industri kecil menengah. Sehingga penyaluran KUR yang ditargetkan sebesar Rp190 triliun dapat dilaksanakan secara offline maupun online,” pungkas Airlangga. (AT Network)
