• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rusia Berencana Naikkan Pajak Sebesar 20% CPO Indonesia

by Redaksi Asiatoday
August 6, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indef : Uni Eropa Berlebihan Terapkan Standar CPO Indonesia

Minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Pemerintah Rusia berencana menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang masuk dari Indonesia sebesar 20%, dari sebelumnya 10%.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Wahid Supriyadi, kenaikan pajak ini dipicu oleh adanya kesalahpahaman terkait minyak sawit yang dianggap tidak sehat. Oleh karena itu, Indonesia harus berupaya untuk menegosiasikan rencana kebijakan ini dengan Pemerintah Rusia.

“Kami bisa membuktikan bahwa minyak sawit itu aman dan sehat dikonsumsi. Saya pikir ini langkah yang sedikit diskriminatif. Kami harus menegosiasikan dengan Pemerintah Rusia,” kata Dubes Wahid melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dubes Wahid berharap dengan rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia, kenaikan tarif pajak ini dapat dibatalkan dan lebih pada strategi meningkatkan perdagangan minyak sawit itu sendiri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga membenarkan bahwa wacana kenaikan tarif pajak ini sudah diketahui oleh kalangan pengusaha.

“Kenaikan tarif pajak 20% ini harus segera dilobi oleh Pemerintah Indonesia ke Rusia, apa justifikasi dari kenaikan tersebut,” imbuhnya.

Dia berharap Presiden Joko Widodo dapat menegosiasikan hal itu saat Presiden Vladimir Putin melakukan kunjungan kerja tingkat tinggi ke Indonesia yang dijadwalkan pada tahun ini.

Langkah ini perlu dilakukan mengingat pada dua tahun lalu saat pemerintah melobi Rusia terkait rencana kenaikan level peroxide hingga 1%. Namun rencana tersebut akhirnya dapat dibatalkan setelah negosiasi kedua negara.

Meski demikian, Sahat mengaku kalangan pengusaha tidak terlalu khawatir dengan rencana kebijakan ini, apalagi Rusia cukup besar mengimpor CPO Indonesia sebesar 1 juta ton dengan nilai perdagangan mencapai USD10 miliar pada 2018. CPO Indonesia mampu memenuhi 74% kebutuhan konsumsi negara tersebut.

Jika kenaikan PPN 20% resmi diberlakukan, harga CPO di Rusia akan berada di kisaran USD810 per ton, atau lebih rendah dari harga minyak nabati jenis rapeseed sebesar USD820 per ton. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: CPOEkspor CPO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.