ASIATODAY.ID, MOSKWA – Perusahaan energi Rusia Gazprom Neft mulai menggarap bisnis minyak ke pasar Asia dengan memasok minyak mentah dari ladang minyaknya di Arktik Port Novy ke China.
Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa batch pertama sebanyak 144.000 ton minyak mentah itu telah dikirim ke pelabuhan Yantai.
Kapal tanker Rusia akan melewati rute dari Murmansk ke Yantai, melintasi laut Arktik dan tiga samudera serta membutuhkan waktu 47 hari. Demikian diungkapkan Wakil Direktur Jenderal Gazprom Neft untuk Logistik, Pemrosesan dan Penjualan Anatoly Cherner.
“Pengalaman sukses dalam penjualan minyak Arktik di pasar Eropa dan wawasan mendalam tentang pasar Asia-Pasifik, memungkinkan Gazprom Neft untuk menawarkan minyak Novy Port dengan skema logistik sepanjang tahun yang menarik bagi mitra Asia,” kata Cherner, menyitat Russia Today, Selasa (18/8/2020).
Menurutnya, China merupakan mitra strategis bagi perusahaannya dalam memperluas pasar minyak yang dipasok dari Arktik ke kawasan Asia-Pasifik.
“Mempertimbangkan rencana perusahaan untuk memperluas geografi pasokan minyak Arktik, pengembangan kerja sama dengan pembeli di China dan negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik sangat strategis bagi kami,” jelas Cherner.
Sebagai referensi, Gazprom Neft mulai mengekspor minyak yang diproduksi di Arktik Rusia sejak 2013 silam, setelah sukses mengirim lebih dari 40 juta ton ke negara-negara Eropa.
Varietas campuran ini meliputi ARCO (bidang Prirazlomnoye) dan Novy Port (bidang Novoportovskoye).
Dengan cadangan sebesar 250 juta ton, ladang minyak Novy Port menjadi salah satu ladang kondensat minyak dan gas terbesar di Arktik Rusia.
Untuk memasok minyak dari ladang Arktik, Gazprom Neft menggunakan skema transportasi dan logistik yang unik, ini tentunya memastikan ekspor bisa dilakukan sepanjang tahun dengan biaya minimal.
Transportasi dan logistik itu termasuk diantaranya platform produksi minyak Prirazlomnaya, terminal minyak Arktik Gates di Teluk Ob, armada kapal tanker, juga kapal berbahan bakar LNG, kapal pengawal pemecah es dan terminal pengiriman minyak lepas pantai di Murmansk.
Efisiensi dan keamanan pengiriman pun dijamin oleh sistem manajemen logistik Arktik digital pertama di dunia, yang disebut ‘Captain’. (ATN)
