• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pandemi Covid-19 di Asia Tenggara Belum Terkendali

by Redaksi Asiatoday
August 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO: Amerika Selatan Kini Jadi Episentrum Baru Covid-19

Markas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada negara-negara di Asia Tenggara dan Mediterania Timur untuk terus berupaya membendung laju penyebaran pandemi coronavirus (Covid-19).

Pasalnya, wabah Covid-19 di kawasan itu masih meluas meski peningkatan kasus dan kematian telah melambat secara global.

Dalam pembaruan epidemiologi terbaru WHO mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tetap menjadi wilayah yang paling terdampak.

RelatedPosts

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government

Indonesian Businessman Sues Bank Mandiri for IDR6.5 Billion Over Withheld Land Certificates

Negara tersebut terhitung menjadi penyumbang setengah dari kasus yang baru dilaporkan dan 62 persen dari 39.240 kematian di seluruh dunia dalam seminggu terakhir. Lebih dari 23,65 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona secara global dan 811.895 telah meninggal.

“Lebih dari 1,7 juta kasus Covid-19 baru dan 39.000 kematian baru dilaporkan ke WHO untuk pekan yang berakhir 23 Agustus, penurunan 4 persen dalam jumlah kasus dan (penurunan 12 persen) dalam jumlah kematian dibandingkan minggu sebelumnya,” tulis laporan WHO, dikutip Daily Sabah, Rabu (26/8/2020).

Wilayah yang paling terkena dampak kedua adalah Asia Tenggara dimana dilaporkan lonjakan kasus yang menyebabkan 28 persen kasus baru dan 15 persen kematian. India terus melaporkan sebagian besar kasus baru dan virus juga menyebar dengan cepat di Nepal.

Sedangkan wilayah Mediterania Timur, jumlah kasus yang dilaporkan meningkat 4 persen, tetapi jumlah kematian yang dilaporkan secara konsisten menurun selama enam minggu terakhir. Lebanon, Tunisia, dan Yordania melaporkan peningkatan kasus tertinggi dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Jumlah kasus dan kematian yang dilaporkan di seluruh Afrika menurun masing-masing sebesar 8 persen dan 11 persen dalam seminggu terakhir. Penurunan terjadi terutama di Aljazair, Kenya, Ghana, Senegal, dan Afrika Selatan.

“Di kawasan Eropa, jumlah kasus yang dilaporkan secara konsisten meningkat selama tiga minggu terakhir. Namun, hanya sedikit penurunan (1 persen) yang dilaporkan dalam seminggu terakhir, dan jumlah kematian terus menurun di seluruh wilayah,” ujar laporan WHO. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.