• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Sanksi Pejabat dan 24 Perusahaan China Terkait Reklamasi Pulau di LCS

by Redaksi Asiatoday
August 28, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Negara di ASEAN tak akan Pernah Akui Klaim China di Laut China Selatan

Pulau buatan China di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah  China mengecam keras keputusan pemerintah Amerika Serikat yang kembali menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat dan 24 perusahaan Negeri Tirai Bambu yang dituduh terlibat dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).

“Sikap Amerika Serikat sangat buruk karena ikut campur dalam masalah internal China, melanggar hukum dan norma internasional, yang sama sekali di luar logika hegemoni dan politik kekuasaan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam jumpa pers di Beijing, melansir Associated Press, Jumat (28/8/2020).

China bersengketa dengan Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia dan Vietnam di Laut China Selatan. Empat negara Asia Tenggara itu menolak klaim China yang menguasai seluruh Laut China Selatan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sanksi terbaru kepada China diberikan oleh Kementerian Perdagangan AS. Mereka menyatakan 24 perusahaan dan sejumlah pejabat Negeri Tirai Bambu turut andil dalam proyek reklamasi pulau buatan di Laut China Selatan, demi menguatkan klaim China atas perairan itu.

Sejumlah perusahaan itu disebut menjadi kontraktor proyek pembangunan dan mengeruk pasir untuk pondasi reklamasi, yang dinilai merusak lingkungan dan akhirnya memicu sengketa dengan negara lain.

Kemendag AS menyatakan 24 perusahaan itu masih ke dalam daftar kelompok yang hanya bisa melakukan ekspor terbatas ke Negeri Paman Sam dengan izin pemerintah.

Zhao mengatakan akan mengambil langkah tegas untuk menjaga hak-hak orang-orang dan perusahaan yang diberi sanksi oleh AS.

“Pembangunan yang dilakukan China di wilayah sendiri masih dalam lingkup kedaulatan dan tidak ada hubungannya dengan militerisasi. Tidak ada alasan bagi AS untuk menjatuhkan sanksi yang tidak sah kepada perusahaan dan warga China karena keikutsertaan mereka dalam proyek konstruksi itu,” tegas Zhao.

Hubungan AS-China saat ini mencapai titik terburuk akibat berbagai persoalan. Mulai dari perang dagang, tuduhan pencurian kekayaan intelektual dalam bidang teknologi, sengketa Taiwan, polemik demokrasi Hong Kong, dan isu penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur.

Kedua negara juga unjuk kekuatan militer di Laut China Selatan. Masing-masing mengerahkan kapal perang, kapal induk dan jet tempur.

Pekan ini Angkatan Laut China menggelar latihan perang di Laut China Selatan. Mereka bahkan dilaporkan menguji rudal penghancur kapal induk, DF-26B and DF-21D.

Sedangkan AS disebut  mengawasi  latihan militer China dari udara menggunakan pesawat intai Lockheed U-2. (AP)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.