• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

PERUBAHAN IKLIM GLOBAL: Suhu Bumi Naik, 2020 Jadi Tahun Terpanas

by Redaksi Asiatoday
August 28, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PERUBAHAN IKLIM GLOBAL: Suhu Bumi Naik, 2020 Jadi Tahun Terpanas

Perubahan iklim global memicu naiknya suhu bumi. Tahun ini Bumi diperkirakan akan sangat panas. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan, perubahan iklim global mengakibatkan naiknya suhu bumi.

Bahkan gelombang panas yang terjadi saat ini masih akan lebih tinggi dari biasanya meskipun ada efek pendinginan suhu akibat La Nina, yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang,

Menurut WMO, diperkirakan peristiwa La Nina akan terjadi antara September dan November mendatang.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Kepala WMO, Petteri Taalas memperingatkan, kendati pun terjadi La Nina, sinyal pendinginannya tidak akan cukup untuk mengimbangi dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

“Tahun 2020 akan menjadi tahun terpanas di bumi. Banyak cuaca ekstrem akan terjadi mulai dari suhu yang menyengat, kebakaran hutan hingga banjir yang menghancurkan dan gelombang panas laut,” jelasnya, dikutip AFP dan CNA, Jumat (28/8/2020).

“Ini sebagian besar adalah hasil dari gas rumah kaca daripada penggerak iklim yang terjadi secara alami,” sambungnya.

La Nina dianggap sebagai saudara badai El Nino, yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun, ditandai adanya suhu yang rendah pada samudera pasifik di sekitar ekuator.

El Nino, memiliki pengaruh besar pada cuaca dan pola iklim serta bahaya terkait seperti hujan lebat, banjir dan kekeringan, memiliki pengaruh pemanasan pada suhu global, sedangkan La Nina cenderung memiliki efek sebaliknya.

“La Nina terakhir terjadi singkat dan agak lemah, mulai berkembang pada November 2017 dan berakhir pada April 2018,” kata Taalas seraya menambahkan bahwa yang diharapkan tahun ini juga akan lemah.

Badan PBB merunjuk data terbaru yang menunjukkan bahwa suhu permukaan laut untuk tiga bulan mendatang diperkirakan di atas rata-rata untuk sebagian besar dunia, sesuatu yang pada gilirannya akan mempengaruhi suhu permukaan tanah.

Dikatakan, mempertimbangkan La Nina dan pengaruh iklim regional lainnya, ada kemungkinan curah hujan musiman di bawah normal di Afrika dan Afrika Selatan, serta di Pasifik Barat dan Selatan dan di seluruh Amerika Utara bagian tengah.

Di sisi lain, dikatakan ada peningkatan kemungkinan curah hujan lebih dari normal di Asia Selatan dan Tenggara dan sebagian Australia.

Pengumuman Kamis (27/8/2020) datang ketika monster Badai Kategori 4 menghantam negara bagian Louisiana, Amerik bagian selatan, beberapa bulan ke dalam apa yang tampaknya menjadi salah satu musim badai Atlantik tersibuk yang pernah tercatat.

Seorang juru bicara WMO mengatakan pada Kamis (27/8), El Nino cenderung menekan aktivitas badai. Jadi tidak adanya El Nino tahun ini telah berkontribusi pada musim badai yang aktif. (ATN)

Tags: Climate ChangeClimate CrisisClimate EmergencyGlobal WarmingLa NinaPerubahan IklimWMO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.