• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Miris, Indonesia Belum Bebas dari Buta Aksara

by Redaksi Asiatoday
September 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Miris, Indonesia Belum Bebas dari Buta Aksara

Suasana belajar anak-anak di pedalaman Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Di tengah gembar-gembor Pemerintah Indonesia tentang digitalisasi dan ingin menjadi kekuatan ekonomi dunia, satu masalah besar di depan mata belum tuntas.

Indonesia rupanya belum terbebas dari Buta Aksara. Setidaknya terdapat enam kabupaten maupun kota yang penduduknya masih terdeteksi mengalami Buta Aksara.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri, enam kabupaten atau kota tersebut tersebar di Kalimantan Barat hingga Papua. Khusus Papua, masih jadi daerah yang memiliki angka buta aksara tertinggi di Indonesia, dengan persentase 21,9 persen.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Nusa Tenggara Barat 7,46 persen, Nusa Tenggara Timur 4,24 persen, Sulawesi Selatan ada 4,22 persen, Sulawesi Barat 3,98 persen dan Kalimantan Barat 3,81 persen,” terang Jumeri dalam konferensi virtual Hari Aksara Internasional, Jumat (4/9/2020).

Jumeri mengatakan, daerah tersebut perlu mendapat perhatian lebih agar permasalahan buta aksara bisa mencapai angka nol persen.

Jumeri mengungkapkan hal ini bukan tugas mudah namun permasalahan ini harus dituntaskan agar perkembangan literasi di Indonesia tidak terhambat.

“Kita masih butuh perjuangan kuat untuk bisa mengangkat daerah itu dari ketertinggalan,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan beberapa program pendidikan keaksaraan. Fokusnya, ada pada dareah dengan persentase buta aksara tertinggi.

Pengklasteran daerah tersebut dipandang efektif dalam menurunkan angka buta aksara di Indonesia. Bahkan, Jumeri menyebut bakal membuat koordinasi gabungan (korgab) pemerintah pusat dengan daerah.

“Ke depan akan dibentuk Korgab daerah dengan pusat. Kita cover dengan balai besar penjaminan mutu pendidikan, sehingga nantinya unit-unit kami bisa memastikan berjalannya program keaksaraan,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Buta AksaraKemendikbud
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.